Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang
Jl. Raya Kaligawe KM. 4 Semarang,
Telp. 024-6580019,
Website : www.rsisultanagung.co.id, E-mail : rs@rsisultanagung.co.id
Alat canggih pemecah batu di saluran ureter tanpa pembedahan
Mengembangkan berbagai kegiatan pada lembaga pelayanan bidang kedokteran dan kesehatan yang ramah, kasih sayang dengan iptek mutakhir yang dijiwai dakwah Islamiyah adalah salah satu misi pelayanan Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang. Dalam rangka mewujudkan misi tersebut, Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang btelah mengembangkan pelayanan baru dengan melengkapi fasilitas penunjang berupa LITHOCLAST (alat pemecah batu pada saluran ginjal). Agar memudahkan Bapak/Ibu yang mungkin membutuhkan fasilitas Litoclas ini kami susun informasi terpadu mengenai Litoclast.
Apakah Litoclast itu?
LITHOCLAST adalah alat penunjang operasi untuk pemecah batu pada saluran ginjal.
Bagaimana sistem kerja Lithoclast?
Prinsip kerja LITHOCLAST adalah menggunakan kekuatan mekanik
Apakah fungsi Lithoclast?
LITHOCLAST berfungsi menghancurkan batu yang ada pada saluran ginjal.
Bagaimana Cara kerja Lithoclast?
LITHOCLAST dimasukkan melalui lubang kencing menuju saluran ginjal dimana batu yang akan dihancurkan tersebut berada. Kemudian dengan kekuatan mekanik dihancurkan menjadi butiran-butiran seperti pasir yang akan keluar bersamaan dengan air seni Dengan LITOCLAST ini operasi pada saluran ginjal dilakukan TANPA PEMBEDAHAN.
Siapakah Pengguna Lithoclast?
Sesuai dengan fungsinya, pasien-pasien yang membutuhkan fasilitas LITHOCLAS adalah pasien yang menderita penyakit batu pada saluran ginjal. Gejala awal penyakit ini biasanya berupa sakit pada daerah pinggang atas kanan atau kiri juga bisa terjadi sakit pada perut bawah, atau biasa disebut kolik. Pasien-pasien dengan gejala tersebut diatas sangat dianjurkan untuk menghubungi dokter ahli bedah urologi guna memastikan lankah-langkah penyembuhan.
Prosedur Pelayanan
Pasien yang membutuhkan pelayanan operasi batu saluran ginjal dengan Litoclast dapat langsung dilayani dengan terlebih dahulu mempersiapkan beberapa yaitu: Sudah dipastikan oleh dokter ahli bedah urologi bahwa pasien adalah penderita batu saluran ginjal dengan pemeriksaan radiologi Pasien telah melakukan pemerikasaan laboratorium Pasien dalam keadaan puasa (tahan makan) minimal 6 (enam) jam. Pasien datang ke bagian pendaftaran RSI Sultan Agung Semarang untuk dicatat data dasar pasien Bila pasien telah mempersiapkan hal-hal diatas pasien ditempatkan pada ruang perawatan yang dikehendaki. Pelaksanaan operasi dengan pembiusan regional (separuh tubuh) atau bisa bius total Setelah operasi dan istirahat secukupnya pasien diperbolehkan pulang.
Keuntungan yang Anda dapatkan
- Operasi dilakukan tanpa pembedahan
- Biaya operasi relatif terjangkau
- Pasien dirawat cukup 2 (dua) hari
- Resiko penggunaan alat relatif kecil
- Penyembuhan relatif lebih cepat.
visite our website : http://www.rsisultanagung.co.id/
Makin bertambah usia, kian banyak penyakit yang diderita. Salah satunya adalah it yang menyerang prostat. Lazimnya disebut prostat hyperplasia atau benigne prostate hyperplastia (BPH). Penyakit itu berupa pembesaran jinak pada kelenjar prostat yang umumnya ditemukan pada laki-laki berusia lebih dari 40 tahun.
Hal itu terungkap dalam seminar medikamentosa prostat hiperplasia di Vina House, belum lama ini. Acara yang dihadiri puluhan dokter senior di Kota Semarang itu menghadirkan pembicara Prof. DR. dr. H. Rifki Muslim, SpB., SpU, dr H Sofa Chasani SpPD-KGH (RS Islam Sultan Agung) dan dr Riana Retnawati Krisnanto (PT Abbot Indonesia).
Lebih lanjut, Prof. Rifki yang juga ahli bedah urologi dan Direktur Utama Rumah Sakit Islam Sultan Agung itu menjelaskan, BPH mulai banyak ditemukan pada laki-laki berusia 40 tahun. Makin bertambak usia, makin banyak ditemukan kasus BPH. "Untuk mengetahui lebih lanjut perlu mengenal BPH secara klinis," katanya.
Gejala secara klinis, kata dia, terdapat tiga hal yaitu pembesaran prostat lebih dari 20 gram, pancaran kemih melemah kurang dari 15 ml/det dan ditemukan gejala prostatismus.
Gejala prostatimus meliputi gejala, kencing lama atau tidak cepat selesai, pancaran lemah, menetes-netes, tidak mau keluar, dan tidak puas ingin kencing lagi. Lalu, kalau kencing mengejang, sering malam hari, terasa sakit, terus-menerus tetapi sedikit dan sering.
Berbeda dengan Prof. Rifki, pembicara lain, dr H Shofa Chasani sekitar 25% laki-laki berusia 60 tahun lebih terkena BPH. Untuk pengobatan medikamentosa terazosin bermanfaat untuk penderita.
Dokter Riana R Krisnanto dari PT Abbot Indonesia mengatakan, penggunakan hytrin efektif untuk mengobati penderita BPH. Pengobatannya akan berlangsung efektif membutuhkan waktu 54 bulan. "Penggunaannya tanpa ada kontraindikasi." katanya.(G5-73)
Sumber: http://www.suaramerdeka.com/harian/0402/06/kot19.htm
visite our website : http://www.rsisultanagung.co.id/