Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang

Tampilkan postingan dengan label RSI Sultan Agung Semarang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RSI Sultan Agung Semarang. Tampilkan semua postingan

Jumlah penderita kanker payudara di Indonesia menempati urutan kedua setelah kanker leher rahim. Penderitanya pun ada yang baru berusia 18 tahun. Padahal di negara-negara lain, Eropa atau Amerika misalnya, jumlah penderita kanker payudara tidak begitu banyak dibanding dengan jumlah penderita kanker jenis lain. Mengapa demikian?

Hal ini disebabkan di negara-negara tersebut kesadaran untuk melakukan deteksi dini sudah berkembang baik. Kebanyakan kanker payudara ditemukan pada stadium awal, sehingga segera dapat diobati dan disembuhkan. Sedang di negara kita, kebanyakan kasus kanker ditemukan pada stadium lanjut, ketika penyembuhan sudah sulit dilakukan.

Padahal, mendeteksi kanker payudara stadium dini sangat mudah, dan bisa dilakukan sendiri di rumah. Cukup beberapa menit, sebulan sekali, dengan melakukan pemeriksaan payudara sendiri (Sadari/Sarari).

Memang, tidak ada wanita yang ingin melakukan Sadari/Sarari. Karena bisa jadi muncul bayangan menakutkan: “bagaimana kalau saya benar-benar menemukan benjolan?”. Atau mungkin menemukan “sesuatu” yang tidak dimengerti apa maknanya.

Tetapi, semakin sering Anda memeriksa payudara Anda, Anda akan semakin mengenalnya, dan semakin mudah menemukan sesuatu yang tidak beres –jika ada. Bagaimanapun Sadari/Sarari adalah bagian penting dari perawatan kesehatan, yang dapat melindungi Anda dari resiko kanker payudara.

Pemeriksaan payudara sendiri
Pemeriksaan payudara sendiri
Payudara memiliki bagian-bagian (lingkungan) yang kalau diraba terasa berbeda-beda. Sisi atas agak ke samping (dekat ketiak) cenderung terasa bergumpal-gumpal besar. Payudara bagian bawah terasa seperti hamparan pasir atau kerikil. Sedang bagian di bawah puting susu terasa seperti sekumpulan biji-bijian yang besar. Kadang ada juga gumpalan yang menyerupai sebuah mangkuk. Kondisi ini bisa berbeda pada tiap wanita.

Pada tahap awal, akan cukup membantu jika Anda membuat “peta lingkungan payudara”, untuk dibandingkan pada pemeriksaan dari bulan ke bulan.

Yang terpenting adalah rasakan bagaimana kondisi payudara Anda sendiri. Adakah sesuatu yang terasa berbeda dibanding lingkungan sekitarnya? Misal, di area “gumpalan besar” terasa ada benjolan kecil sebesar kacang hijau? Atau di area “hamparan pasir” terasa ada “kerikil” yang agak besar? Atau adakah perubahan kondisi payudara dibanding pemeriksaan sebelumnya? Itu semua bisa dideteksi dengan memeriksa payudara sendiri.

Sulitkah melakukan Sadari/Sarari itu? Sama sekali tidak. Sebaiknya dilakukan seminggu sesudah menstruasi, ketika kondisi payudara lunak dan longgar, sehingga memudahkan perabaan. Untuk wanita yang sudah mengalami menopause boleh dilakukan kapan saja, asal rutin setiap bulan.

Akan lebih baik jika disiapkan buku catatan khusus untuk mencatat hasil pemeriksaan Anda, juga kondisi dan perubahan payudara Anda dari waktu ke waktu. Bila perlu lengkapi dengan gambar ilustrasi untuk memperjelas lokasi kelainan yang ditemukan.

Pemeriksaan lengkap payudara sendiri dibagi atas beberapa tahap:

1. Melihat

Tanggalkan seluruh pakaian bagian atas. Berdirilah di depan cermin dengan kedua lengan tergantung lepas, di dalam ruangan yang terang. Perhatikan payudara Anda:

  • Apakah bentuk dan ukurannya kanan dan kiri simetris?
  • Apakah bentuknya membesar/mengeras?
  • Apakah arah putingnya lurus ke depan? Atau berubah arah?
  • Apakah putingnya tertarik ke dalam?
  • Apakah puting/kulitnya ada yang lecet?
  • Apakah kulitnya tampak kemerahan? Kebiruan? Kehitaman?
  • Apakah kulitnya tampak menebal dengan pori-pori melebar (seperti kulit jeruk)?
  • Apakah permukaan kulitnya mulus, tidak tampak adanya kerutan/cekungan?

Ulangi semua pengamatan di atas dengan posisi kedua tangan lurus ke atas. Setelah selesai, ulangi lagi pengamatan dengan kedua tangan di pinggang, dada dibusungkan, kedua siku ditarik ke belakang. Semua pengamatan ini bertujuan untuk mengetahui adanya tumor yang terletak dekat dengan kulit.

2. Memijat

Dengan kedua belah tangan, secara lembut pijat payudara dari tepi hingga ke puting, untuk untuk mengetahui ada-tidaknya cairan yang keluar dari puting susu (seharusnya tidak ada, kecuali Anda sedang menyusui).

3. Meraba

Sekarang berbaringlah di atas tempat tidur untuk memeriksa payudara satu demi satu. Untuk memeriksa payudara kiri, letakkan sebuah bantal tipis di bawah bahu kiri, sedang lengan kiri direntangkan ke atas di samping kepala atau diletakkan di bawah kepala.

Gunakan keempat jari tangan kanan yang saling dirapatkan untuk meraba payudara. Rabaan dilakukan dengan gerakan memutar (seperti membuat lingkaran kecil-kecil), mulai dari tepi payudara hingga ke puting susu. Sesudah itu geser posisi jari sedikit ke sebelahnya, dan lakukan lagi gerakan memutar dari tepi payudara sampai puting susu. Lakukan terus secara berurutan sampai seluruh bagian payudara diperiksa. Untuk memudahkan gerakan, Anda boleh menggunakan lotion atau sabun sebagai pelicin.

Gerakan memutar boleh juga dilakukan mulai dari puting susu, melingkar semakin lebar ke arah tepi payudara; atau secara vertikal ke atas dan kebawah mulai dari tepi paling kiri hingga ke tepi paling kanan. Yang penting, seluruh area payudara harus tuntas teraba, tak ada yang terlewatkan.

Perlu diperhatikan bahwa masing-masing gerakan memutar harus dilakukan dengan kekuatan tekanan yang berbeda-beda, setidaknya dengan tiga macam tekanan. Pertama-tama dilakukan dengan tekanan ringan untuk meraba adanya benjolan di dekat permukaan kulit, yang kedua dengan tekanan sedang untuk meraba adanya benjolan di tengah-tengah jaringan payudara, yang ketiga dengan tekanan cukup kuat untuk merasakan adanya benjolan di dasar payudara, dekat dengan tulang dada/iga.

Setelah selesai dengan payudara kiri, pindah posisi bantal dan lengan, lakukan pemeriksaan pada payudara kanan dengan menggunakan keempat jari tangan kiri.

Kemudian ulangi perabaan seperti poin 3, tetapi dalam posisi berdiri. Untuk memudahkan, bisa dilakukan sambil mandi, saat membalur tubuh dengan sabun.

4. Meraba Ketiak

Setelah itu raba ketiak dan area di sekitar payudara untuk mengetahui adanya benjolan yang diduga suatu anak sebar kanker.

Bila dalam pemeriksaan payudara sendiri ini Anda menemukan suatu kelainan (misal benjolan, sekecil apa pun), segera periksakan ke dokter. Jangan takut dan jangan tunda lagi. Karena kanker payudara yang ditemukan pada tahap dini dan ditangani secara benar dapat sembuh secara tuntas!.


visite our website : http://www.rsisultanagung.co.id/

JAKARTA, KOMPAS- Direktur Jenderal Pelayanan Medik Kementerian Kesehatan Farid Wadji Husein mengakui, Senin (18/1/2010) masih longgarnya keamanan di rumah sakit. Pihaknya mengimbau rumah sakit agar meningkatkan kehati-hatian.

Kami segera mengirim surat kepada para pimpinan rumah sakit agar berhati-hati dan waspada terhadap kasus-kasus penculikan.

"Kami segera mengirim surat kepada para pimpinan rumah sakit agar berhati-hati dan waspada terhadap kasus-kasus penculikan itu dan meningkatkan keamanan," ujar ketika dimintai komentar mengenai meningkatnya kasus-kasus penculikan anak di rumah sakit.

Kelonggaran tersebut terjadi, biasanya, karena pihak rumah sakit kadang khawatir dikatakan kurang manusiawi dan tidak ingin pasien mengeluhkan hal itu. Sebagai contoh, terkadang rumah sakit tidak disiplin dengan aturan seputar membesuk pasien. Padahal, aturan tersebut agar keluar masuknya pengunjung lebih terkontrol dan pasien dapat beristirahat. Dia mengatakan, sulit menertibkan seluruh rumah sakit agar berdisiplin menegakkan aturan. Untuk itu dibutuhkan kerja sama yang baik antara rumah sakit dan pasien.

Terkait keamanan, Pemerintah memberikan panduan, tetapi sistem keamanan di rumah sakit didesain dan dikembangkan oleh rumah sakit sesuai kebutuhannya serta kondisinya masing-masing. Kapasitas dan status kepemilikan rumah sakit beragam sehingga tidak dapat diseragamkan.

Ketua Umum Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) sekaligus Direktur RS Kanker Dharmais, Sutoto mengatakan, ke depan, diperlukan standar minimal keamanan di rumah sakit.

Untuk persalinan, misalnya, perlu ada standar operasional minimal mulai dari pengambilan hingga perawatan bayi selama di rumah sakit. Terlebih lagi, ada saran model pelayanan rawat gabung ibu dan anak. Di tengah kondisi lelah dan lemah paska melahirkan, kewaspadaan ibu tentu menurun sehingga perlu prosedur pengamanan lebih baik. Rumah sakit harus konsekuen menerapkan prosedurnya, termasuk kedisiplinan agar staf yang bertugas berseragam lengkap dan mengenakan tanda identitas.

Rumah sakit juga harus lebih disiplin dalam menerima kunjungan ke pasien. Disiplin jam besuk dan hubungan pengunjung dengan pasien jelas. Dalam waktu dekat, Persi akan mengadakan seminar dan workshop mengenai keamanan pasien di rumah sakit.

Lewat kegiatan tersebut diharapkan rumah sakit yang selama ini mengembangkan masing-masing sistem keamanannya dapat berbagi pengalaman sehingga didapatkan praktik terbaik. Hasilnya dapat dikembangkan jadi standar minimal yang dapat diadopsi oleh rumah sakit-rumah sakit lain.



Visit our website : www.rsisultanagung.co.id

Musim hujan identik dengan datangnya berbagai penyakit, terutama influenza. Sebagian orang terlihat lebih kebal terhadap virus flu, sementara yang lain sering bersin, batuk, dan pilek.

Menurut para ahli, sistem kekebalan tubuh kita ternyata dipengaruhi oleh berbagai kebiasaan yang tak terduga, misalnya, berapa banyak gula yang dikonsumsi. Mari cari tahu faktor-faktor yang berpengaruh pada sistem kekebalan tubuh kita.

1. Konsumsi gula
Makan terlalu banyak gula ternyata tidak hanya menyebabkan timbunan lemak. Studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition menyebutkan, ketika Anda mengonsumsi 100 gram gula (sekitar 3 kaleng soda) kemampuan sel darah putih dalam membunuh bakteri selama 5 jam ke depan akan berkurang.

2. Kurang minum
Tubuh kita memerlukan air untuk membuang racun. Banyak sedikitnya air yang harus kita minum berbeda tiap individu, tergantung pada aktivitas dan lingkungan. Untuk mengetahui apakah kita cukup minum, perhatikan warna urine. Bila warnanya kuning jernih, itu artinya Anda sudah cukup minum.

3. Penurunan berat badan
Penurunan berat badan yang terlalu banyak berdampak buruk untuk jantung, otak, dan sistem imun. Penurunan berat secara berlebihan akan menyebabkan keseimbangan hormon terganggu dan peradangan yang mengganggu kemampuan sel imun melawan infeksi.

4. Hidung sering kering
Lendir/mukus di bagian hidung berfungsi untuk menangkap virus dan mencegahnya masuk ke dalam tubuh. Bila lubang hidung Anda sering kering, maka virus dan kuman akan leluasa masuk.

5. Sering stres
Bukan kebetulan bila mendadak Anda terserang flu setelah menyelesaikan deadline pekerjaan penting. Menurut studi yang dimuat dalam American Psychological Association, stres yang berlangsung lama akan melemahkan respons sistem imun. Stres juga akan membuat gejala flu bertambah parah.

6. Sering flu
Rata-rata orang dewasa akan terserang flu sebanyak satu hingga tiga kali dalam setahun. Bila Anda sering terkena flu, ini berarti sistem imun Anda tidak bekerja maksimal. Cukupi waktu tidur, olahraga, dan konsumsi makanan bergizi untuk meningkatkan kekebalan tubuh.



visit our website : www.rsisultanagung.co.id

KOMPAS.com — Gangguan fungsi kemih sebenarnya bisa dikurangi dengan berbagai cara. Salah satunya dengan mengurangi konsumsi minuman yang mengandung kafein, alkohol, serta obat-obatan.

"Kafein memiliki zat yang dapat memacu detak jantung serta meningkatkan produksi urine," kata Mulyadi Tedjapranata, dokter Klinik Medizone di Apartemen Taman Kemayoran, Jakarta Pusat.

Menurut Mulyadi, upaya pencegahan gangguan kemih sejatinya bisa dilakukan sedini mungkin. Beberapa cara yang bisa dilakukan adalah membiasakan untuk tidak menahan keinginan untuk buang air kecil. Bagi anak-anak, melakukan latihan buang air kecil atau toileting assistance bahkan sudah harus dilakukan sejak anak-anak berusia di bawah lima tahun atau balita.

Cara lain yang efektif adalah menghindari penggunaan kloset duduk. Penggunaan kloset duduk dalam jangka panjang akan memperbesar risiko terjadi infeksi saluran kencing yang bisa menyebabkan terjadinya gangguan berkemih. Pasalnya, permukaan toilet umumnya menjadi perantara penyebaran kuman. Penggunaan toilet jongkok justru lebih baik.

Pasalnya, ini akan membuat pengguna tidak bersentuhan langsung dengan permukaan toilet sehingga lebih higienis. "Apalagi, jika kerap memakai fasilitas toilet umum, toilet jongkok lebih baik," ujar dia.

Tak hanya itu, penggunaan kloset duduk juga membuat otot saluran kencing bekerja lebih keras saat mengejang atau mengeluarkan urine. Dalam tahap ringan, infeksi saluran kemih biasanya ditandai dengan anyang-anyangan atau keluarnya air seni yang tak tuntas, sakit perut bagian bawah, serta rasa sakit saat akhir buang air kecil.

Kondisi ini tentu mengganggu aktivitas kita. Bahkan, kalau dibiarkan berlarut, ini bisa menimbulkan infeksi pada saluran kencing, gangguan psikososial seperti depresi dan gangguan tidur. (KONTAN/Herlina Kartika Dewi)

Diantara nama bulan Ramadhan yang maghfirah adalah Syahrut Tabiyah dan Sahrul Jihad. Inilah nama-nama lain bulan Ramadhan yang penuh hikmah ini Ramadhan adalah tamu yang sangat agung yang selalu dinanti dan ditunggu oleh kaum muslimin di seluruh dunia. Ada beberapa hikmah dari bulan Ramadhan yang penuh berkah dan maghfirah ini, yaitu sesuai dengan nama dari bulan Ramadhan itu sendiri. Bulan Ramadhan memiliki banyak nama disamping Ramadhan itu sendiri, diantaranya ialah :

1. Syahrut-Tarbiyah (Bulan Pendidikan)
Kenapa bulan Ramadhan disebut dengan syahrut Tarbiyah/bulan pendidikan, karena pada bulan ini kita dididik langsung oleh Allah SWT. seperti makan pada waktunya sehingga kesehatan kita terjaga. Atau kita diajarkan oleh supaya bisa mengatur waktu dalam kehidupan kita. Kapan waktu makan, kapan waktu bekerja, kapan waktu istirahat dan kapan waktu ibadah.

2. Syahrul Jihad
Pada masa Rasulullah justru peperangan banyak terjadi pada bulan Ramadhan dan itu semua dimenangkan kaum muslimin. Yang paling penting kita rasakan sekarang adalah kita berjihad melawan hawa nafsu sendiri, sehingga kita tetap bersungguh-sungguh menjalan aktifitas kita.

3. Syahrul Qur'an
Al-Qur'an petama sekali diturunkan di bulan Ramadhan dan pada bulan ini sebaiknya kita banyak membaca dan mengkaji kandungan Al-Qur'an sehingga kita faham dan mengerti perintah Allah yang terkandung di dalamnya.

4. Syahrul Ukhuwah
Pada bulan ini kita merasakan sekali ukhuwah diantara kaum muslimin terjalin sangat erat dengan selalu berinteraksi di Masjid/Mushollah untuk melakkukan sholat berjama'ah. Dan diantara tetangga juga saling mengantarkan perbukaan sehingga antara kaum muslimin terasa sekali kebersamaan dan kesatuan kita.

5. Syahrul Ibadah
Bulan Ramadhan disebut juga dengan Bulan ibadah karena pada bulan ini kita banyak sekali melakukan ibadah-ibadah sunnah disamping ibadah wajib seperti sholat sunnat dhuha, rawatib dan tarawih ataupun qiyamullai serta tadarusan al-qur'an.

Itulah diantara hihmah dari bulan Ramadhan sesuai dengan nama-namanya.


Visit Our website : www.rsisultanagung.co.id

Umumnya mereka yang sakit maag merasakan gejala-gejala seperti nyeri, rasa panas, melilit ulu hati terutama saat perut kosong. Biasanya nyeri akan membaik segera setelah makan dan minum, tetapi beberapa jam kemudian muncul lagi. Tidak jarang gejala yang muncul berupa mual, muntah, kembung, hilang nafsu makan dan badan lemah.
Sebenarnya sakit maag terjadi karena gangguan atau radang selaput lendir dinding lambung karena produksi asam lambung berlebihan. Sakit maag dikenal pula sebagai gastritis. Sakit maag dapat berlangsung dalam waktu singkat, kambuh-kambuhan atau kronis (menahun).
Sakit maag dapat disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori, rangsangan produksi asam lambung oleh berbagai sebab dan obat-obatan yang dapat menyebabkan perih di lambung.
Pemakaian berbagai obat misalnya obat pereda nyeri dan radang dari golongan salisilat seperti aspirin/asetosal ternyata dapat mengiritasi dinding lambung sehingga perut terasa perih. Oleh sebab itu, obat ini sebaiknya diminum setelah makan.
Gaya hidup ikut andil dalam menyebabkan seseorang sakit maag seperti kebiasaan mengkonsumsi makanan yang pedas, coklat, minum alkohol dan kopi. Hal ini disebabkan makanan & minuman tersebut dapat merangsang produksi asam lambung. Kebiasaan makan tidak teratur dan merokok juga meningkatkan risiko sakit maag.
Faktor psikis memiliki peran yang cukup besar dalam meningkatkan produksi asam lambung. Waspada bila Anda sering merasa cemas, emosi atau stres. Bisa-bisa, produksi asam lambung meningkat dan terserang sakit maag.

Yuk, Obati Sakit Maag!
Penanganan sakit maag terbagi menjadi dua yaitu, tanpa obat dan menggunakan obat. Pertama-tama, lakukan penanganan tanpa obat bila sakit maag yang dirasakan tergolong baru dan ringan, antara lain:
1. Hindari perut kosong
2. Atur jadual makan dengan pola porsi kecil dan frekuensi lebih sering
3. Makanan lunak/mudah dicerna
4. Hindari makanan/mnuman yang mengandung alkohol, gas karbondioksida (soft drink), kopi, coklat
5. Selesaikan masalah dengan cepat untuk menghindari stres.

Penanganan dengan obat baru dilakukan jika penanganan tanpa obat tidak berhasil. Pilihan utama untuk sakit maag adalah antasida. Antasida bekerja dengan menetralkan asam lambung yang berlebih, sehingga melindungi selaput lendir lambung dari kerusakan.
Anda dapat membeli antasida di warung, toko obat sampai apotek karena termasuk obat bebas. Antasida yang beredar di pasaran biasanya terdiri dari campuran garam alumunium, garam magnesium dan simetikon.
Garam alumunium dan magnesium akan mengikat asam lambung sehingga mengurangi keasamn pada lambung, sedangkan Simetikon berguna untuk membantu pengeluaran gas yang berlebihan di dalam saluran cerna.
Namun perlu diingat bahwa tablet antasida dikunyah dahulu sampai lembut baru ditelan karena sudah dapat dicerna oleh enzim dalam air liur kita. Dosis lazimnya 1-2 tablet dengan maksimum 4 kali sehari. Untuk antasida cair dapat langsung diminum dengan dosis 1-2 sendok teh maksimal 4 kali sehari.
Antasida paling baik diminum pada saat perut kosong (menjelang tidur, 2 jam setelah atau sebelum makan). Sedapat mungkin hindari penggunaan antasida bersamaan dengan obat lain karena dapat mengganggu absorpsi obat lain tersebut.
Anda harus ingat bahwa penggunaan antasida tidak dianjurkan lebih dari 2 minggu karena penggunaan antasida jangka panjang justru dapat meningkatkan produksi asam lambung.


Tetap Butuh Pertolongan Medis

Tidak selamanya sakit maag bisa diobati sendiri di rumah. Konsultasi ke dokter diperlukan dalam pemakaian antasida jika: sedang diet rendah garam seperti pada hipertensi, hamil dan menyusui, anak di bawah 6 tahun, lanjut usia, atau setelah satu minggu diobati dengan antasida gejala maag tidak berkurang.
Selain itu juga perlu membedakan sakit perut karena ternyata tidak semua sakit perut itu sakit maag. Waspadalah jika muncul gejala nyeri ulu hati. Nyeri ulu hati ini juga banyak macamnya antara lain:
* Nyeri ulu hati disertai diare,
* Nyeri ulu hati disertai sesak napas, demam, keringat dingin,
* Nyeri ulu hati tidak membaik atau semakin sakit dengan pemberian makan,
* Nyeri ulu hati disertai muntah darah,
* Nyeri ulu hati disertai mual dan muntah lebih dari 3 kali sehari.

Jika terjadi gejala seperti di atas, sebaiknya segera ke dokter .

visite our website : http://www.rsisultanagung.co.id/

Anak bisa hidup normal meski ginjalnya tak berfungsi sempurna. Apa syaratnya?

Meski ada yang bersifat bawaan, kelainan ginjal tidak selalu bisa terdeteksi sejak anak berada dalam kandungan. Ada yang baru terdeteksi sewaktu bayi, kala balita, bahkan ketika sudah duduk di bangku SD. Mengapa bisa demikian?

Tak lain karena kecurigaan yang biasanya diikuti dengan berbagai pemeriksaan baru akan dilakukan bila anak mengalami keluhan atau memperlihatkan tanda-tanda yang mengarah ke sana.

Kelainan ginjal bawaan dibedakan menjadi 2 jenis, yakni:

• Uropati kongenital berupa kelainan yang mengenai saluran-saluran yang terdapat di antara saluran kemih dan kandung kemih. Kelainannya meliputi infeksi saluran kemih, sumbatan di saluran kemih/kandung kemih, lemahnya klep antara kandung kemih dan saluran kemih.

• Nefropati kongenital berupa kelainan dari saluran kemih bagian atas hingga ginjal. Di antaranya ginjal kecil, ginjal bengkak, ginjal hanya satu, pertumbuhan ginjal tidak sempurna, kista pada ginjal dan hipoplasia.

KEMUNGKINAN PENYEBAB

Beberapa faktor yang menjadi penyebab munculnya kelainan ginjal bawaan:

• Genetik
Walau persentasenya kecil, kelainan ginjal bawaan bisa saja karena faktor keturunan. Contohnya, ayah atau kakek-nenek yang memiliki kelainan ginjal bisa menurunkan gangguan/kelainan sejenis pada anak-cucu. Bentuk kelainannya bisa berupa pembengkakan ginjal, ginjal yang tak berkembang semestinya, atau hanya punya satu ginjal.

• Hamil di usia rawan
Yang termasuk dalam kategori ini adalah para ibu yang hamil di atas usia 40 tahun atau sebaliknya usia ibu masih terlalu muda saat hamil, yakni 17 tahun atau malah lebih muda. Kehamilan di usia rawan sangat memungkinkan janin mengalami pertumbuhan yang kurang optimal selagi dalam kandungan.

• Obat-obatan
Itulah mengapa tak henti-hentinya diserukan untuk berhati-hati mengonsumsi obat selama hamil. Terutama jenis antibiotika atau obat-obatan antikanker. Sederhananya, jangan pernah mengonsumsi obat tanpa sepengetahuan dokter.

• Radiasi
Faktor radiasi yang dimaksud di sini adalah bila si ibu terpapar X-Ray. Itulah mengapa di ruang radiologi untuk pemeriksaan rontgen jelas-jelas
terpampang larangan bagi perempuan yang tengah hamil.

BAGAIMANA MENDETEKSINYA?
Hidup di zaman yang serbacanggih dan modern seperti sekarang ini tentu saja memberi banyak kemudahan. Salah satunya, sudah sedemikian maju sehingga memungkinkan untuk mendeteksi kelainan ginjal bawaan sejak dini. Selagi masih dalam kandungan (tepatnya di trimester ketiga), dengan bantuan USG dokter bisa menemukan kecurigaan adanya kelainan/gangguan pada ginjal dan sistem kemihnya. Pada pembengkakan ureter, salah satu atau kedua ginjal janin tampak membesar.

Pada beberapa kasus, misalnya hidronefrosis, ada beberapa dokter yang berani melakukan tindak penanganan saat bayi masih dalam kandungan. Meski biasanya tindakan baru dilakukan oleh dokter ginjal anak setelah bayi lahir.

USG umumnya digunakan untuk memastikan kondisi ginjalbayi. Setelah itu barulah dilakukan tindakan yang disesuaikan berdasarkan kondisi yang ditemui. Apakah lewat operasi, terapi, atau penyedotan cairan saja. Sayangnya, ada juga gangguan ginjal bawaan yang tidak terdeteksi saat di dalam kandungan. Gangguan ini umumnya baru terdeteksi sesudah si bayi lahir dengan memperlihatkan tanda-tanda, di antaranya 2 hari tidak BAK, kesulitan kencing, atau ada benjolan di samping kanan/kiri perutnya. Jika menemukan ciri-ciri tersebut biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut atau merujuk ke dokter anak yang mendalami ginjal guna mendapat pemeriksaan dan penanganan semestinya.

Sementara pada usia balita, kelainan ginjal bawaan umumnya baru bisa terdeteksi saat anak menunjukkan gejala. Di antaranya sakit kala kencing, kencingnya sedikit-sedikit, kencingnya keruh, atau keluhan kencing yang dibarengi dengan naiknya suhu tubuh. Sebagai penanganan pertama biasanya akan diberi obat untuk tenggang waktu 2 minggu. Jika gejala-gejala menghilang berarti tidak ada masalah berarti. Namun perlu dicermati dengan saksama bila gejala serupa muncul kembali beberapa hari kemudian, atau meski sudah diobat kondisinya tak kunjung membaik. Yang bersangkutan perlu penanganan spesifik berupa pemeriksaan ginjal untuk mengetahui apakah ada penyumbatan, mengalami pengecilan, atau ada tidaknya infeksi ginjal.

Sementara pada usia sekolah, anak dicurigai mengalami kelainan ginjal bawaan kalau anak mengeluh perutnya sering sakit. Dari keluhan yang terlalu sering ini biasanya dokter akan melakukan USG. Nah, dari pemeriksaan inilah akan terlihat apakah anak memiliki dua ginjal sebagaimana mestinya atau mungkin malah hanya satu.

Kista pada ginjal juga merupakan kasus kelainan ginjal bawaan yang sering terdeteksi di usia sekolah tanpa sengaja. Misalnya saat melakukan pemeriksaan untuk penyakit lain, kebetulan terdeteksi ada kista pada ginjalnya. Jika kistanya besar akan diambil, tapi jika kecil akan dibiarkan selama tidak menimbulkan masalah.

Bentuk kelainan/gangguan berikutnya adalah adanya sumbatan pada saluran kemih akibat kelainan ginjal bawaan. Entah itu sumbatan antara saluran kemih dengan ginjal ataupun saluran kemih dengan kandung kemih.

Kondisi ini biasanya terdeteksi kala anak mengalami infeksi saluran kemih. Seseorang yang mengalami infeksi saluran kemih biasanya akan mengalami beberapa gejala berikut, di antaranya perut bagian bawah sering terasa sakit, air seni berwarna keruh, anyang-anyangan (kencing sedikit-sedikit disertai perasaan tidak enak), sakit sewaktu buang air kecil atau keluhan lainnya, disertai demam tinggi yang tiada kunjung mereda meski sudah diberi obat penurun panas.

Semua keluhan tadi, bila bisa teratasi dengan obat, berarti bukan kelainan ginjal bawaan. Sebaliknya, jika sudah diobati tidak kunjung membaik atau sembuh namun beberapa hari kemudian kambuh kembali, tidak bisa dipungkiri lagi yang bersangkutan mengalami kelainan ginjal bawaan. Jadi, antara yang bawaan dan bukan bawaan memang tipis sekali perbedaannya.

TAK MESTI OPERASI

Dalam kasus kelainan ginjal bawaan, penanganannya akan dilakukan secara bertahap. Pertama, menangan komplikasinya dulu. Jika ada infeksi saluran kemih, infeksinya akan segera diatasi sambil dicari terus apa penyebabnya. Kedua, setelah penyebabnya ditemukan tentu langkah selanjutnya adalah tindakan untuk menangani penyebabnya. Bila akibat sumbatan, tentu akan diupayakan untuk menghilangkan sumbatan tersebut. Begitu juga kalau disebabkan oleh klep di kandung kemih yang tidak baik, akan dibuatkan klep baru.

Demikian pula jika menemukan permasalahan lain. Yang pasti tidak selamanya kelainan ginjal bawaan harus dituntaskan di meja operasi. Logikanya, bila masih bisa ditangani dengan cara/terapi nonbedah, kenapa harus memilih jalur operasi yang jelas-jelas tidak murah. Contohnya, masalah refluks akibat kurang berfungsinya klep di kandung kemih.

Kelainan stadium 1 atau 2 biasanya bisa ditangani dengan obat. Selama proses pengobatan diharapkan terjadi proses pematangan/penyempurnaan klep tersebut secara alamiah. Nah, seiring bertambahnya usia anak dan selesai pula terapi obat tadi, dokter akan mengevaluasi kembali.

Jika penanganannya terlambat dan kurang tepat hingga infeksinya menjadi parah, besar kemungkinan anak akan mengalami gagal ginjal. Kalau sudah begini tidak ada cara lain kecuali harus menjalani transplantasi ginjal atau cuci darah (hemodialisis).

Baik dialisis yang dilakukan dengan bantuan mesin khusus di rumah sakit maupun peritonial dialisis (cuci darah melalui perut) yang bisa dilakukan mandiri di rumah secara berkala setiap beberapa jam sekali. Sebaliknya, jika sejak awal mendapat penanganan cepat dan infeksinya segera diatasi, ke depannya anak dengan kelainan ginjal dapat hidup normal tanpa keluhan apa pun.

Alergi, Obat Alergi, Terapi bioresonansi, bioresonansi, alergen, anamnesis

Apakah anda pernah mengalami kulit memerah dan gatal-gatal setelah mengenakan jam tangan atau gelang dari logam? Atau gejala itu terasa usai menyantap “seafood” misalnya? Sangat memungkinkan Anda alergi terhadap zat tertentu. Kalau cuma gatal tak mengapa, tetapi jika alergi nyaris menyebabkan kematian, nanti dulu. Syukurlah kini ada cara menyembuhkan alergi tanpa obat-obatan.

Saat ini kita hidup di lingkungan yang sudah banyak tercemar. Kegiatan industri dan kendaraan bermotor membuat polusi udara ditambah lagi dengan berbagai bahan kimia yang bisa meracuni tubuh yang terdapat dalam makanan maupun benda di sekitar kita. Hal-hal tersebut dapat menjadi pemicu terjadinya gangguan kesehatan, terutama bagi orang-orang yang sensitif. Banyak penyakit yang tidak berasal hanya dari virus, namun karena seseorang dikategorikan sangat rentan terhadap beberapa jenis benda alias alergi.


Bertambah buruknya polusi membuat angka penderita alergi di Indonesia kian meningkat. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Dr. Heru Sundaru dari RSCM/FKUI menunjukkan, angka penderita asma di Indonesia mencapai 8,2%, alergi hidung 17,5%, dan eksim 2,5-4%. Semua ini disebabkan oleh alergi yang penyebabnya dapat bermacam-macam, seperti interaksi antara faktor genetik,pola hidup, dan lingkungan.

Angka pasti penderita alergi di Indonesia dari tahun ke tahun belum jelas. Akan tetapi, menurut beberapa ahli, insiden alergi meningkat dalam 10 tahun terakhir ini, terutama di negara-negara berkembang. Di Klinik Alergi RS Immanuel Bandung, setiap bulannya yang melakukan tes alergi sekitar 20-30 orang, yang konsultasi jauh lebih banyak. Pasien alergi di sini kebanyakan pasien rujukan dari bagian lain seperti kulit, THT, paru, anak, mata

Reaksi kepekaan abnormal
Alergi adalah suatu reaksi kepekaan abnormal dari tubuh terhadap suatu benda tertentu. Orang yang alergi akan memperlihatkan gejala-gejala alergi jika terkena zat-zat tertentu.

Masih kata dr. Melinda, gejala alergi dapat timbul pada semua usia. Alergi pada dasarnya merupakan kelainan fisik. Bagaimanapun, stres emosional yang berat, rasa takut, cemas, amarah, dan rasa jengkel dapat merangsang sistem saraf sehingga memperberat atau mencetuskan timbulnya gejala alergi. Faktor pencetus lain adalah infeksi, asap rokok, polusi, cuaca dingin/panas, dan kelelahan.

Anak dengan salah seorang orang tuanya yang alergi mempunyai kemungkinan 30% menderita alergi. Akan tetapi, bila kedua orang tuanya menderita alergi, anak tersebut kemungkinan menderita alergi 60%. Selain itu, lingkungan dan pola hidup juga mencetuskan gejala alergi, misalnya debu rumah, tungau, binatang peliharaan, kecoa, jenis makanan tertentu (misalnya susu, telur, ayam), asap rokok, asap mobil, juga obat-obatan.


Terapi
Perkembangan terapi alergi selama ini menunjukkan kemajuan yang pesat. Awalnya, pendekatan terapi alergi hanya dengan penyuluhan untuk pasien agar menghindar dari faktor penyebab alergi tersebut. Lalu dengan berkembangnya dunia farmasi, beberapa jenis obat digunakan untuk meminimalisasi gejala yang timbul akibat alergi, misalnya antihistamin. Akan tetapi, obat-obatan ini tidak menyelesaikan permasalahan.

Pendekatan terapi beralih imunoterapi. Terapi ini melakukan pemberian berulang jenis zat yang diketahui menimbulkan reaksi alergi pada pasien tersebut. Pendekatan imunoterapi merupakan pencegahan dan perlindungan dari gejala alergi dan reaksi radang yang dapat timbul bila pasien kontak dengan alergen (zat yang menimbulkan alergi).

Terapi terkini adalah bioresonansi. Cara ini dapat mengatasi gejala alergi. Terapi ini menggunakan pendekatan ilmu fisika gelombang/kuantum, yaitu ilmu fisika yang berdasarkan pada teori Einstein. Salah satu pengembangan ilmu biofisika ini sudah diterapkan sejak lama di bidang kedokteran pada alat rekam jantung atau yang lebih dikenal dengan EKG (elektro kardiogram).

Dalam biofisika, setiap substansi terdiri dari energi, juga menghasilkan energi. Dengan energi yang berupa gelombang/resonansi (getaran) inilah, sel-sel tubuh kita berkomunikasi satu sama lain pada frekuensi tertentu. Jika komunikasi antarsel ini berjalan harmonis, berarti orang itu ada dalam kondisi sehat. Namun, kalau komunikasi antarsel ini terganggu oleh substansi yang memiliki frekuensi gelombang lain, fungsi organ tubuh juga dapat terganggu. “Dalam kasus alergi, gangguan ini berkenaan dengan sistem kekebalan tubuh,“ ujar dr. Lia B. Ariefano, alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Atmajaya Jakarta.

Dengan menggunakan alat Bicom Bioresonance, pola frekuensi yang menimbulkan penyakit dapat diubah menjadi pola frekuensi yang efektif dalam pemulihan fungsi kekebalan tubuh. Metode ini mampu mengeliminasi gelombang abnormal dari bahan asing/alergen dan mengalirkan gelombang normal tubuh sehingga akhirnya menghilangkan sensitivitas yang berlebihan terhadap alergen tersebut. “Dengan demikian, terapi ini merangsang tubuh untuk memulihkan fungsinya sendiri,“ ujar Lia, yang belajar bioresonansi sejak tahun 2007, dan memperdalam di Jerman pada Februari 2008.

Sebelum menjalani terapi, dokter melakukan anamnesis, yaitu melihat riwayat alergi pasien, orang tua, atau keluarga. Di sini pasien harus memberikan informasi sebanyak-banyaknya kepada dokter. Pasien dideteksi dengan Bio Tensor (sensor logam) seperti alat pancing, untuk mengetahui alergi apa yang diderita pasien. Dasar teknologi ini adalah biofisika, pasien hanya duduk santai, kemudian dokter atau terapis memegang, mengoperasikan Bio Tensor dengan tangan kanan, dan ampul berisi cairan alergen di tangan kiri. Apabila Bio Tensor bergerak mendatar/horizontal, artinya pasien tidak menderita alergi. Kalau Bio Tensor bergerak vertikal/naik turun, artinya pasien menderita alergi zat tersebut. Pasien dideteksi dengan 40 macam alergen atau lebih, yang memakan waktu sekitar 15 menit, dan hasilnya saat itu juga bisa diketahui.

Cara lain untuk mendeteksi alergi, sebelah tangan pasien memegang ampul berisi cairan alergen, tangan yang sebelah lagi diangkat kemudian oleh terapis ditekan, pasien harus menahan tekanan terapis. Kalau tidak bisa menahan/lemah, artinya pasien memang alergi. Sebaliknya, kalau bisa menahan tekanan terapis, artinya pasien tidak alergi terhadap alergen tersebut.

Terapi dibagi empat tahap dengan waktu sekitar 20-30 menit, basic therapy, geopathy, scar removal, blockage removal. "Terapi dilakukan seminggu sekali. Sebaiknya selama menjalani terapi, pasien berhenti dulu makan makanan yang menyebabkan alergi, atau menguranginya,“ kata dr. Stella Tinia, therapist Bio E Hope Bandung.

Sembuh
“Anak saya menderita alergi ikan laut sejak bayi. Sekarang dia sudah berumur 5 tahun. Pernah satu kali saya memberikan potongan ayam dari garpu yang sudah saya lap setelah saya gunakan untuk makan ikan, tidak saya sangka mulutnya langsung bengkak dalam hitungan menit. Kemudian, suatu kali pembantu di rumah memandikan dia, setelah pembantu saya baru saja membersihkan ikan laut. Padahal, dia sudah mencuci tangannya dengan bersih lalu memandikan anak saya. Dalam hitungan menit, seluruh kulit anak saya memerah. Selain itu anak saya juga menderita asma dari kecil,” kata Yana.

Setelah 8 -10 sesi terapi. Yana mencoba memberi makan anaknya ikan laut, ternyata alergi tak datang lagi. “Syukurlah sekarang tubuhnya sudah bisa mengatasi reaksi terhadap ikan laut,“ ungkap Yana.

Sasha, 21 tahun, setelah dideteksi, dari 40 macam alergen, ternyata ia alergi terhadap sebelas macam. “Saya tidak menduga saya alergi gula putih, cokelat, jagung, dan beras,“ kata Sasha, mahasiswa semester VI . Ia juga alergi terhadap bulu ayam, bulu angsa, bulu hamster, asap rokok, debu, serbuksari padi, tungau. “Selama ini saya selalu bersin-bersin setiap bangun tidur, pilek alias meler setiap saat dan gatal-gatal di kaki kalau habis makan sesuatu,“ tambah Sasha yang sudah 5 tahun pilek terus. Kini ia menjalani sedang dalam terapi di Bio E.

Proses terapi bioresonansi ini tidak langsung terasa, tetapi perlahan-lahan. “Kini mulai terasa lega pada pagi hari, saat bangun tidur tidak lagi bersin-bersin, hidung tidak meler. Hanya kalau kena debu rumah, buka buku-buku tua masih bersin, tetapi sebentar, “ tutur Wisnu.

Memang, kata dr. Fifi, sang pengelola Klinik Bicom, hampir semua orang di dunia ini menderita alergi. Akan tetapi, kebanyakan orang tidak menyadari bahwa dirinya alergi sesuatu atau banyak alergi.



visite our website : http://www.rsisultanagung.co.id/

Kelainan pada payudara pastilah merupakan mimpi buruk bagi wanita. Percaya diri lenyap, dan tak jarang memengaruhi hubungan dengan pasangan.

Apa saja kelainan payudara dan bagaimana merawat payudara agar sehat dan indah?

Payudara ternyata juga butuh perawatan agar bisa sehat dan indah terawat. Kelainan pada payudara timbul dalam berbagai bentuk. Ada pula yang karena faktor bawaan, pula karena kelainan hormon. Menurut dr. Sonar Soni Panigoro, SpB.K-Onk dari Klinik Swadana Bedah Tumor RSCM, Jakarta, secara garis besar kelainan-kelainan pada payudara wanita terbagi dalam 5 kelompok besar, yakni:

1. Infeksi Payudara

Infeksi ini terbagi dua, infeksi pada masa menyusui dan infeksi yang umumnya sering terjadi. "Bisa akibat kuman atau virus dari luar yang masuk ke dalam tubuh. Biasanya, payudara akan membengkak dan muncul keluhan rasa nyeri," tutur Sonar. Infeksi payudara lebih sering terjadi pada wanita yang sedang menyusui. Pasalnya, air susu ibu (ASI) merupakan media paling subur bagi pertumbuhan kuman-kuman penyakit. Jika ada hambatan dalam proses pengeluaran air susu, maka kuman jadi lebih mudah masuk.

"Wanita yang sedang menyusui kerap mengeluh demam. Selain itu, payudara akan terasa sakit dan memerah. Kalau infeksi sudah parah, bisa pecah seperti bisul," tambah Sonar. Namun, bukan tak mungkin infeksi juga dialami wanita yang tidak sedang menyusui. "Ini akibat masuknya kuman pada lapisan kelenjar payudara."

2. Kelainan Bawaan

Payudara manusia sebenarnya seperti pada binatang. Manusia memiliki 6 pasang payudara. Posisi yang akan menjadi cikal bakal payudara dimulai dari pangkal ketiak hingga selangkangan. Pada saat kehamilan 10 minggu, ini akan hilang, kecuali di kiri-kanan dada. Pada beberapa orang, fase tersebut bisa saja terhambat. "Ini dapat menyebabkan tumbuh payudara lebih dari sepasang. Oleh sebab itu, beberapa wanita memiliki payudara lebih dari sepasang. Bahkan, payudara tambahan ini kadang dilengkapi puting susu juga," lanjutnya.

Besar-kecilnya kelenjar payudara tambahan ini pun bervariasi. "Lebih sering terjadi, adanya gumpalan kelenjar payudara pada salah satu sisi ketiak. Tapi, ada pula yang kelenjar payudaranya tidak terbentuk sama sekali, atau perkembangan kedua payudara tidak berjalan normal," tambah Sonar.

Wanita dengan kelainan seperti ini biasanya tak nyaman dengan kondisi tubuhnya. Tak jarang, kelainan bawaan ini membuat wanita kehilangan rasa percaya dirinya. Dokter biasanya akan mengambil langkah operasi estetika. Menurut Sonar, munculnya kelenjar payudara tambahan ini juga perlu diwaspadai. "Soalnya, benjolan yang tumbuh sebagai payudara tambahan ini kemungkinan bisa berkembang menjadi tumor."

3. Status Hormon

Kelainan hormonal cukup sering dikeluhkan wanita. Timbul nyeri dan pegal pada payudara. Keluhan sering terjadi menjelang atau ketika tiba masa menstruasi. "Rasa sakit bervariasi, ada yang nyeri biasa, tapi ada juga yang merasa nyeri luar biasa," tutur Sonar.

Payudara disiapkan tubuh untuk memproduksi air susu pada akhir masa kehamilan. Ketika menstruasi, kondisi payudara dipengaruhi oleh hormon kewanitaan. "Ini yang membuat payudara terasa lebih padat dan kencang. Tak jarang disertai munculnya benjolan, selain keluar cairan dari kedua puting susu." Sonar mengganggap kelainan hormonal ini merupakan reaksi wajar. "Kecuali bila muncul rasa sakit yang hebat, sebaiknya segera kunjungi dokter."

4. Neoplasma-Tumor

Tumor terbagi tumor jinak dan ganas. "Selama 30 tahun ini, pasien di Indonesia lebih banyak mendatangi dokter setelah tumor yang diidapnya memasuki stadium lanjut," ungkap Sonar. Hal itu tentu saja mengakibatkan pengobatan medis yang diberikan tidak maksimal.

5. Kelainan lain

Salah satunya adalah trauma pada payudara. "Trauma dapat terjadi karena adanya benturan keras pada payudara," jelas Sonar.

CEK SESUAI USIA

* Kelainan pada payudara lebih banyak ditemui pada wanita di atas 35 tahun. Namun, bukan tak mungkin kelainan juga muncul pada wanita di bawah 35 tahun.

Oleh sebab itu, Sonar menyarankan agar melakukan pemeriksaan rutin. "Untuk screening terhadap keberadaan tumor payudara," tukasnya. Di dunia medis, ada 3 langkah mendeteksi kelainan pada payudara, yakni SADARI (Periksa Payudara Sendiri), USG (Ultra Sonografi) dan Mammografi, yang berbeda pada tiap jenjang usia.

- Usia 20-an
SADARI dapat dilakukan oleh setiap wanita muda yang telah mendapat menstruasi dan kelenjar payudara mulai terbentuk. SADARI dapat dilakukan sendiri di rumah, dapat pula dilakukan dokter. "Ini karena benjolan payudara pada stadium awal seringkali tidak terlihat dan tidak terasa." SADARI merupakan deteksi dini untuk mengetahui perubahan yang mungkin terjadi pada payudara.

- Usia 30-an
Wanita di atas 30 tahun tetap dianjurkan untuk mengecek kondisi payudara melalui SADARI. Selain itu, Sonar menyarankan supaya melakukan pemeriksaan penunjang, antara lain dengan pemeriksaan USG. "Pemakaian USG bisa lebih luas, untuk wanita muda hingga lanjut usia."

- Usia 40-an
Selain mengecek melalui SADARI dan USG, wanita berusia 40-an perlu pula melakukan X-ray atau mammografi. "Mammografi lebih terbatas penggunaannya. Alat ini hanya bisa digunakan untuk wanita berusia 40-an, dimana kekencangan payudara sudah berkurang, karena mammografi berfungsi untuk melihat seluruh struktur payudara. Bila payudara masih padat, akan lebih sulit mendeteksi kelaianan lewat mammografi," papar Sonar.

OLESKAN MINYAK ZAITUN

Berkurangnya kekencangan payudara merupakan momok bagi kaum wanita. Oleh sebab itu, payudara perlu dirawat, selayaknya kita merawat bagian tubuh lainnya.

1. Kenakan bra untuk menjaga bentuk payudara tetap indah. Pilih ukuran bra yang sesuai agar dapat menopang payudara dengan baik.

2. Bersihkan secara rutin daerah seputar puting susu dengan kapas yang dibasahi air hangat.

3. Oleskan minyak zaitun pada payudara untuk menjaga kelembaban. Agar hasilnya lebih maksimal, lakukan pijatan ringan dengan gerakan lembut.

4. Lakukan senam ringan dengan fokus untuk memperkuat otot dada.

AWAS KANKER PAYUDARA

* Gejala awal penyakit yang jadi momok wanita ini ditandai munculnya benjolan sebesar kelereng.

Benjolan ini tak teraba dengan tangan ketika ukurannya masih kecil. Selain itu, salah satu puting susu mengeluarkan cairan berwarna merah dan berbekas di bra. Jika gejala ini muncul, sebaiknya segera hubungi dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kanker payudara merupakan salah satu penyakit paling mematikan di Indonesia. "Ini karena beberapa faktor. Bisa jadi mereka enggak tahu atau merasa malu berobat. Kebanyakan pasien lebih memilih pengobatan alternatif. Mereka mendatangi dokter setelah penyakitnya mencapai stadium lanjut," papar Sonar.

Salah satu upaya mengetahui kelainan pada payudara adalah dengan melakukan SADARI (Periksa Payudara Sendiri). SADARI dapat dilakukan 7-10 hari sesudah menstruasi hari terakhir. Untuk membantu proses ini, oleskan sedikit minyak zaitun atau busa sabun mandi di permukaan payudara. Ini akan memperlicin permukaan payudara. Selain itu tangan menjadi lebih sensitif meraba kemungkinan adanya benjolan di payudara.

Langkah-langkah melakukan SADARI:

a. Dalam posisi berbaring telentang, letakkan tangan kanan di bawah kepala. Letakkan sebuah bantal kecil di bawah punggung sebelah kanan.

b. Raba seluruh bagian payudara sebelah kanan dengan menggunakan 3 ujung jari tengah yang dirapatkan.

c. Lakukan gerakan memutar dan tekanan lembut tetapi mantap. Lakukan gerakan ini mulai dari bagian pinggir searah jarum jam.

d. Ulangi gerakan serupa pada payudara sebelah kiri. Rasakan dan perhatikan dengan seksama, apabila muncul benjolan yang mencurigakan.

e. Tekan pelan-pelan daerah di sekitar puting. Perhatikan, apakah puting mengeluarkan cairan yang tidak normal.

f. Dalam posisi berdiri dan lengan lurus ke bawah, teliti kedua payudara di depan cermin. Perhatikan, bila ada benjolan atau perubahan bentuk payudara.

g. Angkat kedua lengan lurus ke atas. Ulangi langkah di atas.

JANGAN ASAL BESAR

* Besar-kecilnya ukuran payudara memang relatif, tak sama pada masing-masing wanita.

Namun, ada asumsi, payudara yang besar akan lebih indah. Akibatnya, banyak wanita yang merasa tak puas dengan ukuran payudara mereka dan berusaha melakukan rekonstruksi payudara, baik dengan operasi payudara maupun pemakaian obat-obatan yang dipercaya bisa membesarkan ukuran payudara.

"Tindakan operasi payudara tidak boleh dilakukan sembarangan, seperti yang terjadi di salon-salon kecantikan, misalnya," ujar Sonar. Operasi pembesaran payudara sebaiknya dilakukan dokter ahli bedah estetika. Pasalnya, pembesaran payudara secara ilegal dapat berakibat fatal. Pada beberapa kasus, akibat fatal terjadi karena penyuntikan silikon cair pada kelenjar payudara. "Silikon menyebar dan bereaksi dengan organ tubuh lainnya. Ini sangat berbahaya," lanjut Sonar. "Yang benar adalah dengan silikon dalam kantung yang ditanam pada kelenjar payudara. Tindakan ini aman selama dilakukan dengan benar."

Belakangan juga banyak beredar produk perawatan untuk memperbesar ukuran payudara. Sebagian wanita ada yang mencoba produk berbentuk krim untuk membesarkan payudara.

"Tapi ini pun belum terbukti efektif. Perkembangan payudara hanya bisa dipengaruhi oleh faktor hormonal," tukas Sonar. Penggunaan obat-obatan yang mengandung hormon juga tidak disarankan. Pasalnya, hal itu dapat menyebabkan efek samping tertentu, seperti kenaikan berat badan dan munculnya kelainan lain.

DUA hasil penelitian dari Inggris menunjukkan bahwa penyakit diabetes pada anak-anak kemungkinan disebabkan oleh virus.

Penemuan itu, seperti dikutip Reuters, akan membantu upaya pencarian vaksin untuk melawan penyakit yang diderita seumur hidup tersebut.

Satu tim menunjukkan bahwa enterovirus - yang biasanya menyebabkan demam, muntah dan diare - ditemukan di dalam sebagian besar pankreas anak muda yang baru-baru ini meninggal dunia akibat diabetes tipe 1, sering disebut diabetes anak-anak. Namun enterovirus tersebut tidak ditemukan pada pankreas orang yang sehat.

Penemuan itu menunjukkan bahwa sebuah virus dapat memicu penyakit diabetes pada anak-anak yang secara genetik memiliki kecenderungan untuk menderita penyakit tersebut, yang dialami sekitar 440.000 orang di seluruh dunia, kata Alan Foulis dari Royal Infirmary di Glasgow, yang bekerja pada salah satu penelitian itu.
"Cerita yang muncul adalah ada sebuah virus infeksi yang mendahului serangan terhadap autoimunitas," katanya.

Diabetes tipe 1 disebabkan kerusakan sel beta pankreas yang menghasilkan insulin yang diperlukan untuk mengatur kadar gula darah. Penyakit autoimun itu berbeda dengan diabetes tipe 2, yang sangat berkaitan dengan kegemukan.

Genetika memainkan peran dalam diabetes tetapi para peneliti mengetahui ada faktor lain seperti diet yang juga penting, serta virus yang telah lama diduga sebagai pemicu yang memungkinkan, kata para peneliti.

Foulis dan koleganya menguji 73 contoh pankreas dari anak muda yang meninggal dunia akibat diabetes dan menemukan bahwa 60 persen organ itu mengandung sel beta yang terinfeksi enterovirus.

Sebaliknya, menurut laporan para peneliti dalam jurnal Diabetologia, mereka tidak pernah menemukan sel beta yang terinfeksi dalam contoh jaringan yang diambil dari 50 anak yang tidak menderita diabetes.

Mereka juga menemukan banyak sel yang terinfeksi itu pada orang dewasa yang menderita diabetes tipe 2, yang menunjukkan bahwa virus mungkin juga memicu penyakit itu pada sejumlah orang.

Penelitian kedua dari para peneliti di Universitas Cambridge menemukan bahwa mutasi genetik yang jarang terjadi di dalam sebuah gen yang terkait dengan respons tubuh terhadap virus, mengurangi risiko terserang diabetes anak-anak.

Mereka mengamati 480 anak muda yang menderita diabetes tipe 1 dan 480 orang sehat untuk menentukan gen tersebut dan varian yang terkait.

"Kami menemukan sebuah gen khusus, yang bertindak sebagai peringatan terhadap infeksi virus," kata John Todd, peneliti dari Universitas Cambridge, yang bekerja pada penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Science.

"Kami tidak hanya menemukan sebuah gen khusus tetapi juga menemukan bahwa gen ini memiliki fungsi membangkitkan semangat dalam menangani infeksi virus."

Meskipun Todd mengingatkan bahwa banyak faktor lingkungan selain virus dapat menjadi penyebab diabetes tipe 1, tetapi Foulis dan timya mengatakan mereka ingin mengurangi sebanyak 100 enterovirus untuk menemukan virus mana yang memainkan peran utama.
Melakukan hal itu, dan memahami secara lebih baik tentang bagaimana sel merespons infeksi virus, merupakan langkah menuju penemuan sebuah vaksin yang suatu hari dapat melindungi anak-anak dari penyakit diabetes, kata Foulis.

"Tujuannya adalah mendapatkan vaksin yang dapat mencegah banyak kasus diabetes tipe 1," katanya.

Definisi
Bruxism adalah kebiasaan buruk berupa menggesek-gesek gigi-gigi rahang atas dan rahang bawah, bisa timbul pada masa anak-anak maupun dewasa. Biasanya tindakan ini dilakukan pada saat tidur di malam hari dan penderita tidak menyadari bahwa ia memiliki kebiasaan buruk tersebut. Bruxism lebih sering dimiliki oleh kaum wanita dibandingkan pria.

Penyebab
Pada anak-anak, kadang kebiasaan ini timbul pada masa gigi-geligi sedang tumbuh. Pada orang-orang dewasa biasanya bruxism timbul karena adanya maloklusi (hubungan yang tidak baik antara gigi-gigi rahang atas dan rahang bawah), stres, rasa marah, rasa sakit, atau frustasi.

Akibat
Bruxism dapat menyebabkan abrasi (aus) permukaan gigi-gigi pada rahang atas dan rahang bawah, baik itu gigi susu maupun gigi permanen. Lapisan email (lapisan terluar dari gigi) yang melindungi permukaan atas gigi hilang, sehingga dapat timbul rasa ngilu pada gigi-gigi tersebut. Bila kebiasaan ini berlanjut terus dan berlangsung dalam waktu lama, dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan periodontal (jaringan penyangga gigi), maloklusi, patahnya gigi akibat tekanan yang berlebihan, dan kelainan pada sendi Temporo Mandibular Joint (sendi yang menghubungkan rahang bawah dan tulang kepala).

Gejala
Pada saat tidur di malam hari, biasanya penderita akan mengeluarkan suara gigi-gigi yang beradu. Bila dilihat secara klinis, tampak adanya abrasi pada permukaan atas gigi-geligi rahang atas dan rahang bawah. Bila lapisan email yang hilang cukup banyak dapat timbul rasa ngilu pada gigi-gigi yang mengalami abrasi. Kadang terlihat adanya jejas atau tanda yang tidak rata pada tepi lidah.

Perawatan
Biasanya kasus-kasus bruxism terlambat didiagnosa karena penderita tidak menyadari bahwa mereka memiliki kebiasaan tersebut. Untuk perawatan kasus ini dokter gigi akan membuatkan alat tertentu yang didesain dan dibuat khusus sesuai dengan susunan gigi-geligi pasien, alat ini disebut night-guard dan digunakan saat tidur pada malam hari. Alat ini akan membentuk batas antara gigi-gigi rahang atas dan rahang bawah sehingga tidak akan saling beradu. Pemakaian alat ini akan mencegah kerusakan yang lebih jauh pada gigi-geligi dan membantu pasien dalam menghentikan kebiasaan buruknya.Bila penyebab utama dari bruxism adalah stres, maka melakukan konsultasi dengan psikolog merupakan salah satu hal yang dapat membantu dalam menghilangkan kebiasaan buruk ini.


visite our website : http://www.rsisultanagung.co.id/

Paman saya baru saja pulang perawatan dari rumah sakit karena kadar gula darahnya tinggi. Bahkan sewaktu dibawa ke rumah sakit kesadarannya mulai terganggu. Paman memang sudah sepuluh tahun ini menderita diabetes melitus.


Setahun belakangan ini beliau berpindah dari obat dokter ke obat herbal. Sebenarnya beliau merasa lebih nyaman karena tidak harus menelan obat, berkonsultasi kepada dokter, dan memeriksakan diri ke laboratorium. Pernah beliau mengatakan, dengan mengonsumsi obat herbal beliau merasa lebih segar.

Ternyata perasaan enak tersebut hanya semu karena sebenarnya gula darahnya tak terkendali. Ketika diperiksa di gawat darurat, gula darah beliau hampir 500. Beliau dirawat dengan pengawasan ketat dan untunglah kemudian gula darah dapat dikendalikan.
Saya merasa dekat dengan paman karena semasa kuliah dulu saya tinggal dengan paman sampai menjadi sarjana. Saya bertubuh gemuk, ayah saya juga penderita diabetes dan meninggal pada usia 62 tahun karena penyakit jantung.

Kadar gula darah saya sekarang masih normal, tetapi dokter menyarankan agar saya berolahraga, mengatur makanan, dan secara berkala memeriksakan gula darah saya.

Ketika di rumah sakit diketahui penglihatan mata kanan paman menurun akibat diabetes melitus. Ada kelainan pada retina mata beliau dan harus menjalani terapi pengobatan dengan laser untuk memperbaikinya.

Karena paman sakit, belakangan ini saya banyak mencari informasi mengenai diabetes melitus. Tetapi, ada beberapa hal yang masih meragukan saya. Terapi diabetes paman tak berjalan baik, karena itu mudah dimengerti jika timbul komplikasi.

Apakah pengendalian gula darah akan dapat menjamin tidak timbul komplikasi? Bagaimana cara berobat agar pengendalian gula darah dapat terlaksana dan juga komplikasi diabetes dapat dicegah? Apakah mencukupi bila penderita diabetes melitus berobat kepada dokter umum?
Apakah jika mengalami diabetes melitus harus juga berkonsultasi kepada dokter spesialis mata? Terima kasih atas informasi dokter.

Jika ada anggota keluarga sakit biasanya anggota keluarga lain ikut sibuk. Syukurlah paman Anda telah pulang dari rumah sakit.

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis. Tujuan pengobatan diabetes melitus adalah menghilangkan keluhan dan gejala serta mencegah penyulit (komplikasi). Penyulit dapat berupa penyulit akut (hiperglikemia dan hipoglikemia) serta penyulit kronis berupa kelainan pembuluh darah pada ginjal, mata, jantung koroner, kaki, dan otak.

Selain itu, penyulit diabetes melitus juga dapat berupa neuropati (penyulit pada saraf) serta keadaan rentan terserang infeksi.

Gula darah yang tak terkendali dapat menimbulkan penyulit akut maupun kronis. Penyulit kronis biasanya akan timbul setelah seseorang menderita diabetes melitus dalam waktu lama (sekitar 10 tahun).

Pengendalian gula darah yang baik umumnya dapat menurunkan risiko penyulit kronis ini. Hanya jangan lupa, biasanya penderita diabetes melitus juga mengalami gangguan kadar lemak sehingga kadar lemak juga perlu dikendalikan.

Karena diabetes melitus merupakan penyakit kronis, maka pengendaliannya perlu dilakukan terus-menerus. Saya dapat memahami rasa bosan paman Anda.

Sampai sekarang pengendalian diabetes melitus melalui informasi yang baik, pengaturan makan, olahraga teratur, dan penggunaan obat pengendali gula darah jika diperlukan masih merupakan cara terbaik.

Kalangan kedokteran tidak menolak penggunaan obat herbal, tetapi sebelum digunakan harus dapat dibuktikan obat tersebut bermanfaat untuk mengendalikan gula darah. Lagi pula, selain obat pengendali gula darah, upaya pengaturan makan dan olahraga teratur amatlah penting sehingga tak dapat ditinggalkan.

Pengalaman paman Anda dapat merupakan pengalaman berharga untuk memulai lagi upaya pengendalian diabetes melitus dengan benar. Pengendalian diabetes memerlukan kerja sama yang baik antara pasien dan dokter.

Pasien perlu memahami penyakitnya, cara terapi termasuk obat yang perlu digunakan, dan penyulit yang mungkin timbul. Pasienlah yang sehari-hari harus menjalani gaya hidup yang mendukung pengendalian diabetes melitus. Pasien pulalah yang harus mengonsumsi obat secara teratur.

Dokter berperan dalam mendampingi pasien serta mengevaluasi hasil terapi. Dokter umum mempunyai kemampuan melakukan pengelolaan diabetes melitus dengan masalah sederhana. Pada keadaan ini diabetes dapat dikendalikan dengan pengaturan makan, olahraga, atau obat pengendali gula darah.

Jika keadaan menjadi lebih rumit, misalnya gula darah tak dapat dikendalikan, maka pasien perlu dirujuk ke dokter spesialis penyakit dalam. Untuk menilai kemungkinan adanya penyulit diperlukan bantuan dokter spesialis lain, misalnya dokter mata dan lain-lain.

Penderita diabetes melitus sebaiknya tak berpindah-pindah dokter agar dapat terjalin komunikasi yang baik dengan dokternya. Diabetes melitus memang semakin sering ditemukan di masyarakat. Karena itu, kita harus peduli pada penyakit ini, terutama mereka yang mempunyai riwayat keluarga penderita diabetes melitus. Nah, saya berharap Anda akan tetap memelihara kesehatan Anda di tengah kesibukan sehari-hari.



visite our website : http://www.rsisultanagung.co.id/

Sebagaimana halnya dengan kasus tidur mengorok, bukan isapan jempol, di Australia ada seorang istri minta cerai gara-gara gigi suami suka ”ribut” saban kali tidur. Itu cerita dulu, ketika dokter bingung bagaimana menangani teeth grinding, gigi “kreot-kreot” sewaktu tidur.

Cerita yang sama dialami Bu Kar., 40 tahun. Dari sejak kawin, gigi suaminya ”kreot-kreot”. Saking kerasnya suara gigi baku beradu itu, tak jarang membangunkan Bu Kar. dari tidurnya. Ini bukan kejadian sekali-dua. ”Masak harus terus pisah ranjang terus!” katanya.
Bu Kar. bertanya kepada dokter bagaimana solusi punya kebiasaan mengganggu seperti itu. Adakah obat, cara, atau siasat lain, agar kebiasaan ”teror” malam hari itu tidak sampai membangunkan tetangga seranjang, tetapi dokter angkat tangan.

Sukar dikontrol
Ya, sindroma sendi rahang (temporomandibular jaw syndrome) sering jadi masalah besar karena memang tidak mudah dikontrol, dengan cara apa pun. Bukan hanya sampai pada masa kecil dan remaja kebiasaan merusak gigi sendiri itu akan selesai. Pada umurnya yang sudah hampir paruh baya, mulut suami Ibu Kar. masih doyan berisik kalau lagi tidur.

Tidak ada obat penenang apa pun yang bisa mengerem kebiasaan yang berlangsung tanpa disadari. Si pengidap tidar sadar kalau tidurnya suka ribut sendiri begitu. Tetangga tidurnya yang tobat, tak cukup sekadar punya rasa cinta dan bertenggang rasa belaka.

Terganggu tidur tidak ada urusan dengan rasa kasih. Cinta atau tidak cinta, suara keras gigi beradu, tak segan mengganggu tidur orang yang paling mencintai sekalipun. Untuk itu nyaris ”tiada maaf, Mas!”

Pernah beberapa kali Ibu Kar. mencoba membebat rahang suaminya dengan kain. Namun, tetap saja suaranya berisik, tak bisa disumbat dengan cara itu. Ibu Kar. masih tetap terganggu dari tidurnya. Konon, ia sudah kehilangan cara mencari terapi tepat dan ternyata tidak berhasil. Ia harus toleran dan menerima kenyataan bahwa tidur malamnya tidak akan bisa ayem terus.


Komplikasi Gigi-Geligi
Bukan cuma mengganggu tetangga tidur, gemeretuk tidur malam juga merusak gigi-geligi. Permukaan enamel gigi akan aus, menipis, dan bisa jadi retak. Kekuatan gemeretuk gigi amat keras, sehingga suaranya terdengar memilukan, yang tak bisa diterima normal oleh telinga. Sungguh mengerikan, seakan gigi tergosok batu.

Gesekan gigi-geligi digoyang oleh gerakan rahang bawah, mirip kambing sedang memamah rumput. Rata-rata pengidap bruxism permukaan giginya tidak sempurna lagi. Lapisan bening mengkilap giginya sudah hilang, dan tampak kasar. Gigi yang sudah begini tentu lebih rentan keropos, selain menjadi goyang bila jaringan gusi sudah semakin longgar dengan bertambahnya usia.

Ibu Kar. melihat kondisi seperti itu pada gigi suaminya, terutama gigi geraham, atas dan bawah. Sang suami menyadari betul kesengsaraan istri selama tidur bertetangga dengannya. Masalahnya, istri tak tega meninggalkan suami tidur sendiri.

Pernah diatur agar istrinya tidur lebih dulu supaya suara mengganggu itu tidak menghalangi proses jatuh tidurnya. Tetap saja, kendati sudah terlelap tidur, suara gaduh dari gigi-geligi lebih kuat dari kedalaman tidur istri, sementara sang suami yang giginya gaduh enjoy tidur saja.

Komplikasi bukan cuma pada gigi-geligi. Lama-kelamaan bisa juga muncul keluhan pada sendi rahang. Merasa ada rasa nyeri di pangkal rahang, misalnya, tanda bahwa sendi rahang sudah menderita saking kerasnya gerakan rahang sewaktu serangan gemeretuk itu datang dalam tidur.

Rasa nyeri di pangkal rahang juga bisa dirasakan di dalam telinga (bertetangga dengan sendi rahang). Pada beberapa kasus bahkan bisa membuatnya susah tidur (kalau pasangan tidur galak atau menjadi marah akibat bruxism). Pada yang lain mungkin sampai terjadi gangguan dalam makan. Itu semua yang menambah depresi penderita.

Mereka yang ”berbakat” bruxism, serangan gemeretuk giginya menjadi-jadi bila siangnya menghadapi stres yang lebih dari biasanya. Pengalaman stres harian ikut menentukan derajat kekerasan gigi “kreot-kreot”.

Tidur para pengidap bruxism umumnya kurang begitu tenang. Jika diamati, mereka kelihatan gelisah sepanjang tidurnya, tanpa ia sendiri menyadarinya. Sering membolak-balik badannya beberapa saat sekali dalam tidurnya, sembari terus mengeluarkan bunyi tak elok dari mulutnya. Bunyi yang tak mungkin bisa dilakukannya dalam keadaan sadar.

Perlu Protektor GigiSekarang sudah banyak ragam alat pelindung gigi selama tidur. Karena memang belum ada obat yang tepat, yang dilakukan medis hanya memberi perlindungan agar komplikasinya tidak sampai cepat merusak gigi. Ada berbagai bentuk protektor gigi yang dipasang (mirip memakai gigi palsu) selama pengidap bruxism dalam masa tidur.

Dengan pemakaian protektor gigi, selain gigi pengidap tidak lekas rusak, suara yang muncul pun tentu tidak sekeras tanpa pelindung gigi. Oleh karena terbuat dari bahan lunak yang tidak mengganggu selaput lendir mulut, suara gesekan, kendatipun terjadi juga, tidak menimbulkan suara yang mengerikan lagi.

Di Jepang misalnya dibuat sebuah perangkat elektrik, yang diduga dapat menahan gerakan rahang yang tak terkontrol itu. Namun, belum jelas apa berhasil meredam bruxism secara total.

Kendati belum menimbulkan keluhan gigi, pemeriksaan gigi-geligi secara rutin perlu dilakukan pengidap bruxism, sebelum kerusakan gigi menjadi fatal dan tak bisa dikoreksi, telanjur terjadi. Akibat gesekan, sudah disebut, permukaan gigi semakin kehilangan lapisan keras gigi yang melindungi gigi dari ancaman zat kimiawi. Bila pelindung ini semakin tipis dan bahkan sudah hilang, gigi mudah sekali aus, keropos, dan bolong.

Obat Penenang atau Terapi Jiwa
Di mana-mana para ahli bilang belum tahu apa penyebab seseorang sampai rajin gaduh begitu gigi-geliginya. Namun, faktor stres dituduh menjadi biang keladi. Ada tipe kepribadian orang-orang tertentu yang rentan untuk mengidap gigi gemeretuk.Orang-orang penggugup, yang hidupnya tegang (tension), atau memiliki sikap kemarahan yang ringan munculnya, frustrasi, agresif, dan merasa dikejar waktu (serba tergopoh-gopoh), dan hidupnya kompetitif, cenderung jadi begitu.

Satu-satunya yang dapat dilakukan pihak medis adalah dengan memberikan obat penenang, antistres. Dengan cara demikian stres sebagai pemicu bruxism bisa diredam, dan diharapkan serangan gemeretuk gigi tidak muncul.

Namun, apakah pengidap bruxism harus terus-menerus bergantung pada obat, di situ masalahnya. Sebagian dokter lebih menyarankan memakai protektor gigi, dan kadang-kadang saja memberi penenang, bila stres hariannya benar-benar lagi angot.Sebagian pasien mungkin membutuhkan psikoterapi, terapi kejiwaan, atau mengubah perilaku (agresif, pemarah, sikap kompetitif), dengan behavior modification, misalnya. Selain itu dilakukan juga biofeedback, seperti salah satu cara terapi bagi orang yang ingin menghentikan kebiasaan merokok.

Memang tidak mudah mengatasi bruxism. Namun, saya kira, Ibu Kar. tidak bakal sampai menceraikan suami, sebagaimana keputusan seorang istri di Australia. Cinta Bu Kar. pada suaminya, konon kata para tetangga, sudah gula jawa serasa cokelat.


visite our website : http://www.rsisultanagung.co.id/

Banyak orang selalu minta kerok ketika badan merasa nyeri atau pegal karena masuk angin. Bermodalkan sekeping uang logam plus balsem, gejala masuk angin umumnya langsung ngacir. Semakin banyak gurat-gurat merah gelap memenuhi punggung, kian marem sang pasien.

Kerokan memang, cara paling tua mengatasi gejala masuk angin. Uniknya, cara sederhana ini tak hanya populer di Indonesia, melainkan juga di negara-negara Asia lainnya. Orang Vietnam menyebut kerokan sebagai cao giodi. Adapun warga Kamboja menjulukinya goh kyol. Di China yang terkenal dengan akupunturnya, metode kerokan juga cukup populer dengan sebutan gua sua. Bedanya, orang China memakai batu giok sebagai alat pengerok, bukan kepingan uang logam.

Konon, warna merah yang timbul pada kulit setelah kerokan adalah pertanda badan telah kemasukan angin secara berlebihan. Makin pekat warnanya, pertanda banyak pula angin yang berdiam di tubub. Benarkah?

Tentu tidak. Warna merah pertanda pembuluh darah halus (kapiler) di bawah permukaan kulit pecah sehingga terlihat sebagai jejak merah di tempat yang dikerok. Badan orang sehat pun akan memerah jika dikerok.

Karena itu, banyak kalangan tak meyakini kemujaraban pengobatan kerok. "Di negaranegara barat, kerokan sama sekali tak dikenal," ajar Saptawati Bardosono, dokter dari Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia.Namun, secara medis, kerokan adalah salah satu metode memperlebar pembuluh darah tepi yang menutup (vasokontiksi) menjadi menjadi semakin melebar (vasaditilasi). "Ini tak berbahaya asal tak jadi kebutuhan primer," ujar Mulyadi, dokter dari Klinik Medizone. Jika terus-terusan kerokan, akibatnya banyak pembuluh darah kecil dan halus yang akan pecah.

Namun, dalam taraf normal, kerokan akan membuat penderita masuk angin merasa nyaman karena telah melepas hormon beta endofin. "Secara ilmiah, praktek sederhana ini terbukti mampu mengobati gejala masuk angin atau sindroma dingin yang memiliki gejala nyeri otot (mialga)," tandas Mulyadi.

Bukan hanya itu, prinsip kerokan tak beda jauh dengan akupuntur yang menancapkan jarum dalam tubuh. Maksud Mulyadi, prinsip kerokan adalah meningkatkan temperatur dan energi pada tubuh yang dikerok. Peningkatan energi ini dilakukan melalui perangsang kulit tubuh bagian luar.

Dengan cara ini, saraf penerima rangsang di otak akan menyampaikan rangsangan yang menimbulkan efek memperbaiki organ pada titik-titik meridian tubuh. Nah, pada gilirannya, arus darah di tubuh yang lancar akan menyebabkan pertahanan tubuh juga meningkat.
visite our website : http://www.rsisultanagung.co.id/

Jika Anda mengalami cedera pada jaringan otot lunak seperti keseleo, tertarik otot atau memar, ada sebuah metode pengobatan awal yang sangat efektif yang bisa dilakukan sendiri di rumah sebelum berobat ke dokter. Metode ini adalah cara terbaik dalam mengatasi cedera ketimbang Anda datang ke tukang pijat atau urut.

Dengan metode RICE, cedera pada pasien dapat diatasi secara dini. RICE sendiri adalah akronim dari Rest, Ice, Compression, and Elevation. Penting artinya buat masyarakat untuk mengetahui langkah-langkah ini, supaya penanganannya cedera tidak salah kaprah

Kombinasi metode RICE dapat membantu pembengkakan yang terjadi setelah cedera akut. Penting pula untuk diingat bahwa semakin cepat metode ini diterapkan pada pasien atau orang yang mengalami cedera, akan semakin efektif manfaat hasil yang akan diperoleh.


Tindakan Rest artinya pasien harus mengistirahatkan dan melindungi wilayah otot yang cedera. Jika terasa sakit saat menahan beban, gunakanlah penopang, dan jika terasa sakit untuk menggerakan bagian yang cedera, lindungi dengan splint atau kayu belat.


Tindakan Ice artinya kompres bagian cedera dengan es atau sesuatu yang dingin. Pendinginan dapat mengurangi reduce pembengkakan dan rasa sakit di bagian cedera. Langkah ini sebaiknya dilakukan sesegera mungkin. Tempelkan kain dingin atau es yang dibalut pada bagian cedera selama 20 menit tiga kali sehari dalam 24 jam pertama.

Tindakan Compress artinya tekan bagian yang mengalami cedera dengan menggunakan perban khusus (ace bandage). Kompresi ini dapat mengurangi pembengkakan di sekitar cedera. Meskipun balutan ini harus rapi, pastikan bahwa perban ini tidak terlalu ketat karena dapat menimbulkan mati rasa, geli atau bahkan menambah rasa sakit.

Pada tindakan Elevation, pasien sebisa mungkin harus mengangkat bagian cedera lebih tinggi di atas jantung. Misalnya jika yang cedera pergelangan kaki, upayakan pasien dalam posisi tidur kemudian pergelangan kaki diangkat atau ditopang dengan alat supaya posisinya lebih tinggi dari jantung. Teknik ini mengacu pada prinsip bejana berhubungan dan berguna untuk mengurangi pembengkakan pada bagian cedera.


Metode RICE sebaiknya diterapkan pada pasien selama 48 hingga 42 jam pascacedera. Pasien juga sebaiknya menghidari pemijatan atau urut karena dapat memperparah cedera. Baru setelah menjalani metode ini (RICE), pasien boleh mendapat terapi lainnya seperti fisioterapi, terapi panas atau pemijatan. Jika pasien langsung diurut atau dipijat justru menambah parah. Kalau yang diurut ternyata cedera akibat otot sobek, tentunya akan berbahaya.

Selama menjalani metode RICE, pasien juga biasanya diperbolehkan meminum obat-obatan penghilang rasa sakit. Pasien boleh saja meminum obat yang dijual bebas untuk mengurangi rasa sakit. Namun sebaiknya konsumsi obat-obatan ini juga diawasi oleh dokter.



visite our website : http://www.rsisultanagung.co.id/

Banyak Wanita muda dewasa ini memiliki pengetahuan yang sangat baik tentang fungsi-fungsi kewanitaannya, semakin banyak tulisan yang bisa didapat, dan panambahan ilmu pengetahuan terus meningkat, namun, masih banyak juga wanita yang masih lugu dalam hal ini.

Secara eksternal organ genital wanita keseluruhannya disebut Vulva. Ini terdiri dari beberapa bagian, yang paling nampak adalah Labia majora (bibir luar). Ini bersatu di tengah, dan bila seorang wanita dalam posisi berdiri, akan kelihatan celah yang sempit, tetapi didalamnya, ada dua lipatan yang lebih kecil dan peka yang disebut Labia minora (bibir kecil). Ini menyatakan ke arah depan pada bagian atas Clitoris. Ini adalah organ yang amat peka, berfungsi untuk perasaan nikmat terhadap seks dan rangsangan. Ia memainkan peran yang penting dan merupakan kunci di dalam hubungan seksual yang normal.

Tepat di bawah Clitoris, terdapat sebuah saluran masuk yang disebut lubang kemaluan bagian luar. Inilah saluran dari ureta, tuba yang berhubungan dengan kendung kemih, yang membawa air kencing dan tersimpan untuk dibuang ke luar. Di bawahnya ada vestibula yang berhubungan dengan lobang vagina.

Vagina biasnya ditutupi oleh selaput yang disebut Hymen, atau Selaput dara yang dulu sempat menjadi sesuatu yang paling utama bila dikaitkan dengan keperawanan atau "kesucian".

Vagina adalah nama yang diberikan kepada saluran genital wanita. Panjangnya sekitar 7 cm, dan dapat membuka ke atas dan ke dalam pada sudut 85 derajat pada saat seorang wanita berdiri tegak. Dilapisi dengan selaput lembut berwarna merah jambu. Bagian ini memiliki kemampuan untuk membesar dengan dapat melebar untuk memungkinkan kepala bayi lewat dalam proses melahirkan. Pada ujung bagian atas dari saluran vagina adalah cerviks (leher rahim). Ini adalah leher sempit dari rahim atau kandungan.

Rahim atau uterus adalah suatu organ berbentuk buah pir, dengan bagian leher yang sempit memanjang dari atap vagina. Semakin melebar ke bagian vagina. Sebuah saluran yag sempit menerobos ke leher rahim, ini disebut saluran servikal, dan bagian luarnya berhubungan dengan vagina disebuat Os eksternal dan bagian dalamnya disebuat Os internal. Rahim dilapisi jaringan yang sangat khusu yang disebut Endometrium. Ketebalannya berbeda dari hari ke hari, tergantung dari siklus haid. Ini semua diatur leh suatu baha kimia yang disebut Hormon.


visite our website : http://www.rsisultanagung.co.id/

Bila anda mengalami hidung tersumbat yang menetap dan semakin lama semakin berat ditambah dengan ingus yang selalu menetes serta gangguan fungsi penciuman, kemungkinan besar anda menderita polip hidung. Polip hidung terjadi karena munculnya jaringan lunak pada rongga hidung yang berwarna putih atau keabuan. Jaringan ini bisa diamati langsung dengan mata telanjang setelah lubang hidung diperbesar dengan alat spekulum hidung.

Polip hidung biasanya menyerang orang dewasa yang kemungkinan disebabkan oleh karena reaksi hipersensitif atau reaksi alergi pada mukosa hidung yang berlangsung lama. Beberapa faktor lain yang meningkatkan kemungkinan terkena polip hidung antara lain sinusitis (radang sinus) yang menahun, iritasi, sumbatan hidung oleh karena kelainan anatomi dan adanya pembesaran pada konka.

Prinsip pengobatan dari polip hidung yaitu mengatasi polipnya dan menghindari penyebab atau faktor faktor yang mendorong terjadinya polip. Bila polip kecil dilakukan pengobatan dengan obat obatan oral dan penyemprotan dengan obat semprot hidung. Namun bila polip besar dan tidak dimungkinan dengan pengobatan oral atau semprot maka harus dilakukan operasi pengangkatan polip.

Sayangnya bila faktor yang menyebabkan terjadinya polip tidak teratasi maka polip hidung ini rawan untuk kambuh kembali demikian berulang ulang. Oleh sebab itu sangat diharapkan kepatuhan pasien untuk menghindari hal hal yang menyebabkan alergi yang bisa menjurus untuk terjadinya polip hidung.

Stadium akut ditandai dengan suhu tubuh meningkat, jarang terjadi lebih dari 10 hari, kadang disertai sakit kepala dan muntah. Kelumpuhan terjadi dalam seminggu permulaan sakit.
LABORATORIUM rujukan global di Mumbai, India, mengkonfirmasikan bahwa isolat virus yang dikirim dari Sukabumi, Jawa Barat, adalah polio liar (wild poliovirus) tipe 1. 


Dalam situs polio eradication yang bisa diakses di situs Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) disebutkan, virus yang ditemukan pada bayi berusia 18 bulan itu berasal dari Afrika Barat (Kompas, 4 Mei 2005).
Karena itu, dunia kesehatan Indonesia dikejutkan munculnya kembali penyakit polio. Kali terakhir pada 1995, Laboratorium Biofarma, Balai Penelitian dan Pengembangan Depkes, dan Balai Laboratorium Kesehatan Surabaya menemukan tujuh penderita polio di Malang, Cilacap, Medan, Palembang, dan Probolinggo. 

Penyebab penyakit itu adalah virus polio yang terdiri atas tiga strain, yaitu strain 1 (brunhilde), strain 2 (lanzig), dan strain 3 (leon).

Strain 1 seperti yang ditemukan di Sukabumi paling paralitogenik atau paling ganas dan sering menyebabkan kejadian luar biasa (wabah), sedangkan strain 2 paling jinak. Virus polio termasuk genus enteroviorus, famili picornavirus. 

Bentuk virus itu icosahedral, tanpa sampul (envelope) dengan genom RNA, single stranded messenger molecule. Single stranded RNA membentuk hampir 30% bagian virion dan sisanya terdiri atas 4 protein besar (VP1-4) dan satu protein kecil (Vpg).

Gejala Klinik
Tanda klinik penyakit polio pada manusia sangat jelas. Sebagian besar (90%) infeksi virus polio menyebabkan inapparent infection, sedangkan 5% menampilkan gejala abortive infection, 1% nonparalytic, dan sisanya menunjukkan tanda klinik paralitik. 

Bagi penderita dengan tanda klinik paralitik, 30% akan sembuh, 30% menunjukkan kelumpuhan ringan, 30% menunjukkan kelumpuhan berat, dan 10% menunjukkan gejala berat serta bisa menimbulkan kematian. Masa inkubasi biasanya 3-35 hari.

Penderita sebelum ditemukannya vaksin terutama berusia di bawah 5 tahun. Setelah adanya perbaikan sanitasi serta penemuan vaksin, usia penderita bergeser pada kelompok anak usia di atas 5 tahun. 

Stadium akut --sejak ada gejala klinis hingga dua minggu-- ditandai dengan suhu tubuh meningkat, jarang terjadi lebih dari 10 hari, kadang disertai sakit kepala dan muntah. Kelumpuhan terjadi dalam seminggu permulaan sakit. Kelumpuhan itu terjadi akibat kerusakan sel-sel motor neuron di medula spinalis (tulang belakang) oleh invasi virus. 
Kelumpuhan tersebut bersifat asimetris sehingga menimbulkan deformitas (gangguan bentuk tubuh) yang cenderung menetap atau bahkan menjadi lebih berat. Sebagian besar kelumpuhan terjadi pada tungkai (78,6%), sedangkan 41,4% akan mengenai lengan. Kelumpuhan itu berjalan bertahap dan memakan waktu dua hari hingga dua bulan.

Stadium subakut (dua minggu hingga dua bulan) ditandai dengan menghilangnya demam dalam waktu 24 jam atau kadang suhu tidak terlau tinggi. Kadang, itu disertai kekakuan otot dan nyeri otot ringan. Kelumpuhan anggota gerak yang layuh dan biasanya salah satu sisi. 

Stadium konvalescent (dua bulan hingga dua tahun) ditandai dengan pulihnya kekuatan otot lemah. Sekitar 50%-70% fungsi otot pulih dalam waktu 6-9 bulan setelah fase akut. Kemudian setelah usia dua tahun, diperkirakan tidak terjadi lagi perbaikan kekuatan otot. Stadium kronik atau dua tahun lebih sejak gejala awal penyakit biasanya menunjukkan kekuatan otot yang mencapai tingkat menetap dan kelumpuhan otot permanen.

Mekanisme Penyebaran 
Virus ditularkan infeksi droplet dari oral-faring (mulut dan tenggorokan) atau tinja penderita infeksi. Penularan terutama terjadi langsung dari manusia ke manusia melalui fekal-oral (dari tinja ke mulut) atau yang agak jarang melalui oral-oral (dari mulut ke mulut). Fekal-oral berarti minuman atau makanan yang tercemar virus polio yang berasal dari tinja penderita masuk ke mulut manusia sehat lainnya. Sementara itu, oral-oral adalah penyebaran dari air liur penderita yang masuk ke mulut manusia sehat lainnya. 

Virus polio sangat tahan terhadap alkohol dan lisol, namun peka terhadap formaldehide dan larutan chlor. Suhu tinggi cepat mematikan virus, tetapi pada keadaan beku dapat bertahan bertahun-tahun. 

Ketahanan virus di tanah dan air sangat bergantung pada kelembapan suhu dan mikroba lainnya. Virus itu dapat bertahan lama pada air limbah dan air permukaan, bahkan hingga berkilo-kilometer dari sumber penularan. 

Meski penularan terutama akibat tercemarnya lingkungan oleh virus polio dari penderita yang infeksius, virus itu hidup di lingkungan terbatas. Salah satu inang atau mahluk hidup perantara yang dapat dibuktikan hingga saat ini adalah manusia.

Pencegahan
Dalam World Health Assembly 1988 yang diikuti sebagian besar negara di dunia, dibuat kesepakatan untuk melakukan eradikasi polio (Erapo) tahun 2000. Artinya, dunia bebas polio pada 2000. Program Erapo pertama yang dilakukan adalah melakukan imunisasi tinggi dan menyeluruh. Kemudian, diikuti Pekan Imunisasi Nasional yang dilakukan Depkes 1995, 1996, dan 1997. Imunisasi polio yang harus diberikan sesuai rekomendasi WHO adalah sejak lahir sebanyak 4 kali dengan interval 6-8 minggu.

Kemudian, diulang usia 1,5 tahun, dan 15 tahun. Upaya ketiga adalah survailance accute flaccid paralysis atau penemuan penderita yang dicurigai lumpuh layuh pada usia di bawah 15 tahun. Mereka harus diperiksa tinjanya untuk memastikan karena polio atau bukan. 

Tindakan lain adalah melakukan mopping-up. Yakni, pemberian vaksinasi massal di daerah yang ditemukan penderita polio terhadap anak usia di bawah lima tahun tanpa melihat status imunisasi polio sebelumnya.



visite our website : http://www.rsisultanagung.co.id/

Visitor Counter

counter
Sejak September 2007

Now Users Online

Visite Our Website : http://www.rsisultanagung.co.id/