Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang

Tampilkan postingan dengan label Sex. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sex. Tampilkan semua postingan

Banyak Wanita muda dewasa ini memiliki pengetahuan yang sangat baik tentang fungsi-fungsi kewanitaannya, semakin banyak tulisan yang bisa didapat, dan panambahan ilmu pengetahuan terus meningkat, namun, masih banyak juga wanita yang masih lugu dalam hal ini.

Secara eksternal organ genital wanita keseluruhannya disebut Vulva. Ini terdiri dari beberapa bagian, yang paling nampak adalah Labia majora (bibir luar). Ini bersatu di tengah, dan bila seorang wanita dalam posisi berdiri, akan kelihatan celah yang sempit, tetapi didalamnya, ada dua lipatan yang lebih kecil dan peka yang disebut Labia minora (bibir kecil). Ini menyatakan ke arah depan pada bagian atas Clitoris. Ini adalah organ yang amat peka, berfungsi untuk perasaan nikmat terhadap seks dan rangsangan. Ia memainkan peran yang penting dan merupakan kunci di dalam hubungan seksual yang normal.

Tepat di bawah Clitoris, terdapat sebuah saluran masuk yang disebut lubang kemaluan bagian luar. Inilah saluran dari ureta, tuba yang berhubungan dengan kendung kemih, yang membawa air kencing dan tersimpan untuk dibuang ke luar. Di bawahnya ada vestibula yang berhubungan dengan lobang vagina.

Vagina biasnya ditutupi oleh selaput yang disebut Hymen, atau Selaput dara yang dulu sempat menjadi sesuatu yang paling utama bila dikaitkan dengan keperawanan atau "kesucian".

Vagina adalah nama yang diberikan kepada saluran genital wanita. Panjangnya sekitar 7 cm, dan dapat membuka ke atas dan ke dalam pada sudut 85 derajat pada saat seorang wanita berdiri tegak. Dilapisi dengan selaput lembut berwarna merah jambu. Bagian ini memiliki kemampuan untuk membesar dengan dapat melebar untuk memungkinkan kepala bayi lewat dalam proses melahirkan. Pada ujung bagian atas dari saluran vagina adalah cerviks (leher rahim). Ini adalah leher sempit dari rahim atau kandungan.

Rahim atau uterus adalah suatu organ berbentuk buah pir, dengan bagian leher yang sempit memanjang dari atap vagina. Semakin melebar ke bagian vagina. Sebuah saluran yag sempit menerobos ke leher rahim, ini disebut saluran servikal, dan bagian luarnya berhubungan dengan vagina disebuat Os eksternal dan bagian dalamnya disebuat Os internal. Rahim dilapisi jaringan yang sangat khusu yang disebut Endometrium. Ketebalannya berbeda dari hari ke hari, tergantung dari siklus haid. Ini semua diatur leh suatu baha kimia yang disebut Hormon.


visite our website : http://www.rsisultanagung.co.id/

Selama ini banyak kalangan yang mempertanyakan kegunaan pendidikan seks bagi remaja. Benarkah tidak ada gunanya? Bagaimana status pendidikan seks di luar negeri? Mari kita simak untuk perbandingan!

ScienceDaily (Mar.20, 2008). Riset terbaru menunjukkan bahwa pendidikan seks komprehensif dapat mengurangi kemungkinan kehamilan remaja, dan tidak ada indikasi bahwa hal tersebut meningkatkan level hubungan seks atau penyakit menular seksual (PMS). “Sama sekali tidak membahayakan untuk mengajari remaja mengenai kontrol kelahiran, sebagai tambahan dari penolakan hubungan seks,’ demikian kata pimpinan kajian, Pamela Kohler, Manajer program pada Universitas Washington di Seattle. Orang tua dan pendidik telah lama berargumentasi, apakah siswa harus mendapatkan pengajaran kontrol kelahiran, atau secara mudah bilang saja tidak terhadap seks bebas. Opsi mana yang lebih baik untuk menunda hubungan seks pada remaja.

Kohler dan kolega mengamati hasil dari survei nasional Amerika Serikat tahun 2002 dan berfokus pada remaja heteroseksual umur 15 sampai 19 tahun. Penemuan ini- berdasarkan respon dari 1719 remaja- dipublikasi pada journal of Adolescent Health. Setelah mereview hasil, peneliti menemukan bahwa satu dari empat remaja menerima pendidikan penolakan hubungan seks saja. Sembilan persen, terutama di daerah miskin dan pedesaan, tidak menerima pendidikan seks sama sekali. Dua pertiga sisanya menerima instruksi komprehensif, dengan diskusi kontrol kelahiran dan penolakan hubungan. Remaja yang menerima pendidikan seks komprehensif memiliki kemungkinan 60 persen lebih kecil untuk mendapatkan kehamilan, dibandingkan yang tidak menerima pendidikan seks sama sekali. Kemungkinan kehamilah adalah 30 persen lebih rendah pada mereka yang hanya menerima pendidikan penolakan hubungan seks saja, dibanding mereka yang tidak menerima hubungan seks, namun peneliti mengasumsikan bahwa angka tersebut kurang signifikan secara statistik, sebab beberapa remaja yang masuk dalam kategori diteliti.

Walau mereka juga tidak mencapai signifkansi statistik, survei lain juga menganjurkan bahwa pendidikan seks komprehensif, bukan penolakan hubungan seks saja, mengurangi kemungkinan remaja terlibat pada hubungan vaginal. Kedua pendekatan tersebut tidak dilaporkan mengurangi kemungkinan PMS, namun hasil tersebut secara statistik tidak signifikan. Bagaimanapun, penemuan tersebut mendukung diberikannya pendidikan seks komprehensif, demikian tandas Kohler. ‘Tidak ada bukti untuk mendukung bahwa pendidikan penolakan hubungan seks saja mengurangi kemungkinan terjadinya hubungan seks, atau kehamilan’, kata Kohler lagi.

Don Operario, PhD., profesor pada Universitas Oxford di Inggris mengatakan bahwa kajian tersebut memberikan ‘bukti lebih jauh’, terhadap kegunaan pendidikan seks komprehensif dan ketidak efektifitas dari pendekatan penolakan hubungan seks saja. Bagaimanapun, kajian tersebut tidak menunjukkan bagaimana pendidik harus mengimplementasikan pendidikan seks komprehensif pada ruang kelas, demikian kata Operario, yang mempelajari pendidikan seks. ‘Kita memerlukan pemahaman lebih baik terhadap cara yang paling efektif untuk memberikan tipe pendidikan dalam rangka untuk memaksimalkan pemahaman murid dan penerimaan komunitas’, kata Operario.

Referensi Jurnal : Kohler PK, Manhart LE, Lafferty WE. Abstinence-only and comprehensive sex education and the initiation of sexual activity and teen pregnancy. J Adolesc Health 42(4), 2008.

Diterjemahkan dari:The Center for the Advancement of Health. “Comprehensive Sex Education Might Reduce Teen Pregnancies, Study Suggests.” ScienceDaily 20 March 2008. 28 November 2008 http://www.sciencedaily.com­ /releases/2008/03/080319151225.htm .


visite our website : http://www.rsisultanagung.co.id/

Visitor Counter

counter
Sejak September 2007

Now Users Online

Visite Our Website : http://www.rsisultanagung.co.id/